FORKI

 
FORKI
Perguruan Karate Anggota FORKI
1. AMURA
2. BKC (Bandung Karate Club)
3. BLACK PANTHER
4. FUNAKOSHI
5. GABDIKA SHITORYU (Gabungan Beladiri Karate-Do Shitoryu)
6. GOJUKAI
7. GOJU RYU ASS
8. GOKASI (Goju Ryu Karate-Do Shinbukan Seluruh Indonesia)
9. INKADO (Indonesia Karate-Do)
10. INKAI (Institut Karate-Do Indonesia)
11. KALA HITAM
12. KANDAGA PRANA
13. KEI SHIN KAN
14. KKNSI (Kesatuan Karate-Do Naga Sakti Indonesia)
15. KKI (Kushin Ryu Karate-Do Indonesia)
16. KYOKUSHINKAI (Kyokushinkai Karate-Do Indonesia)
17. LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia)
18. MKC (Medan Karate Club)
19. PERKAINDO
20. PORBIKAWA
21. PORDIBYA
22. SHINDOKA
23. SHI ROI TE
24. TAKO INDONESIA
25. WADOKAI (Wadoryu Karate-Do Indonesia)

Alamat Perguruan Karate Anggota FORKI

LAMBANG PERGURUAN KARATE ANGGOTA FORKI
agtforki.jpg

Kelas Tanding Sumbang Medali Emas

RADAR BANYUWANGI
Sabtu, 29 Mar 2008

Rabu, 30 Jan 2008
Kelas Tanding Sumbang Medali Emas

BANYUWANGI-Dua dari enam karateka Banyuwangi menorehkan prestasi gemilang dalam kejurnas karate junior yang saat ini masih berlangsung GOR Jayaraya, Ragunan, Jakarta. Dua atlet tersebut adalah Tomy Wijaya dan Almira Rahmanita yang meraih medali emas dari kelas kata (pertandingan).

Tomy merebut medali emas setelah di partai puncak membekuk Falkoni, karateka asal Kalimantan Selatan. Sedangkan Rara, sapaan akrab Almira, meraih emas setelah menjungkalkan seteru terberatnya asal Depok, Jabar, Yuniar.

Ketua FKTI Banyuwangi Joko Triyadni mengatakan, keberhasilan anak didiknya itu berkat latihan keras yang dijalaninya selama ini. “Kami menargetkan dalam kejuaraan ini, Pengkab FKTI Banyuwangi bisa membawa pulang medali di setiap kelas. Karena itu, kami berharap anak-anak tetap bermain semaksimal mungkin,” katanya. (lla/als)

Kejurnas FKTI

RADAR BANYUWANGI
Sabtu, 29 Mar 2008

Minggu, 06 Jan 2008
Sambut Kejurnas, FKTI Gelar Seleksi

BANYUWANGI-Meski Kejurnas Karate Junior baru dilangsungkan 24-25 Januari mendatang, namun pengurus FKTI (Federasi Karatedo Tradisional Indonesia (FKTI) Banyuwangi sudah mempersiapkan atletnya sejak dini. Sedikitnya 350 karateka aktif mengikuti seleksi.

Menurut ketua FKTI Banyuwangi Joko Triyadni, dari 350 karateka ini, yang akan dikirim hanya 10 atlet berusia 9-18 tahun dari tingkatan sabuk hijau sampai hitam. Meski berlabel seleksi, namun ratusan atlet tersebut sebelumnya mengikuti latihan bersama. “Kami akan mengikuti beberapa nomor. Antara lain, fukugo perorangan putri, kata perorangan putra-putri, serta kumite perorangan putra-putri,” kata Joko.

Dia berharap, melalui seleksi lebih awal ini, pihaknya bisa menjaring atlet yang betul-betul memiliki talenta bagus. Mengingat, kejuaraan yang digelar di GOR Jayaraya, Ragunan, Jakarta, itu sebagai parameter evaluasi hasil dari pembinaan dan pembibitan karateka tradisional di daerah-daerah. “Dengan mengikuti kejuaraan ini diharapkan, karateka Banyuwangi bisa menambah ilmunya,” ujarnya. (lla/als)

Jepang

Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/NihonBunyi dengarkan, secara harfiah: “asal-muasal matahari“) adalah sebuah negara di Asia Timur yang terletak di suatu rantai kepulauan benua Asia di ujung barat Samudra Pasifik. Pulau-pulau paling besar adalah, dari utara ke selatan, Hokkaido (北海道), Honshu (本州, pulau terbesar), Shikoku (四国), dan Kyushu (九州). Beberapa pulau-pulau kecil berada di dekat keempat pulau ini, termasuk sebuah kelompok pulau-pulau kecil yang berada di sebelah selatan di Okinawa.

Sejarah Karate di Indonesia

Sejarah Karate di Indonesia

Di tahun 1964, kembalilah ke tanah air salah seorang mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan kuliahnya bernama Drs. Baud A.D. Adikusumo(Alm). Beliau adalah seorang karateka yang mendapatkan sabuk hitam dari M. Nakayama, JKA Shotokan. Ia mulai mengajarkan karate. Melihat banyaknya peminat yang ingin belajar karate, dia mendirikan PORKI (Persatuan Olahraga Karate-Do Indonesia) yang merupakan cikal bakal FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia). Sehingga beliau tercatat sebagai pelopor seni beladiri Karate di Indonesia.Dan beliau juga pendiri Indonesia Karate-DO (INKADO)

Setelah beliau, tercatat nama putra-putra bangsa Indonesia yang ikut berjasa mengembangkan berbagai aliran Karate di Indonesia, antara lain Bp. Sabeth Mukhsin dari aliran Shotokan, pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) dan Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI), dan juga dari aliran Shotokan adalah Anton Lesiangi (pendiri Lembaga Karate-Do Indonesia/LEMKARI, yang pada dekade 2005 karena urusan internal banyak anggota Lemkari yang keluar dan dipecat yang kemudian mendirikan INKANAS (Institut Karate-do Nasional) yang merupakan peleburan dari perguruan MKC (Medan Karate club). Kabarnya, perguruan ini sekarang menjadi besar dan maju, tidak kalah dengan LEMKARI.

Aliran Shotokan adalah yang paling populer di Indonesia. Selain Shotokan, Indonesia juga memiliki perguruan-perguruan dari aliran lain yaitu Wado dibawah asuhan Wado-ryu Karate-Do Indonesia (WADOKAI) yang didirikan oleh Bp. C.A. Taman dan Kushin-ryu Matsuzaki Karate-Do Indonesia (KKI) yang didirikan oleh Matsuzaki Horyu. Selain itu juga dikenal Bp. Setyo Haryono dan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Goju-ryu, Bp. Nardi T. Nirwanto dengan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Kyokushin. Aliran Shito-ryu juga tumbuh di Indonesia dibawah perguruan GABDIKA Shitoryu dan SHINDOKA.

Pada tahun 1972, 25 perguruan Karate di Indonesia setuju untuk bergabung dengan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), yang sekarang menjadi perwakilan WKF (World Karate Federation) untuk Indonesia. Dibawah bimbingan FORKI, para Karateka Indonesia dapat berlaga di forum Internasional terutama yang disponsori oleh WKF.

Kata

Kata

Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.

Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.

Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.

Kumite

Kumite

Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti “pertemuan tangan”. Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.

Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.

Untuk aliran full body contact seperti Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan kumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.

Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, dimana yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, dimana semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian dan menyerang titik vital.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.