Menghambat Proses Penuaan

Menghambat Proses Penuaan

29 maret 2008

18:28

Tak seorang pun dapat menghentikan proses penuaan. Siklus ini ditandai dengan tahap-tahap menurunnya berbagai fungsi organ tubuh. Misal pada penglihatan, pendengaran, pencernaan, pernapasan dan pembuluh darah.

Proses ini paling jelas terlihat pada perubahan kulit yang semula kencang kemudian menjadi berkerut-kerut. Hal ini terjadi karena kelenjar pelumas dan daya elastisitas dari serabut kulit mulai berkurang. Kerut-kerut penuaan ini akan jelas terlihat pada daerah sekitar mata, pipi, leher dan tangan. Pada kebanyakan perempuan terjadi menopause disusul dengan menurunnya produksi hormon estrogen. Pada proses ini kulit dan jaringan lain akan menipis dan tidak lentur lagi. Juga akan muncul uban pada rambut.

Banyak cara ditempuh untuk menghambat laju proses penuaan, dari cara fisik, mental, sosial dan spiritual sehingga fungsi organ-organ tubuh dapat bertahan lebih lama.

Terapi herbal dapat dilakukan untuk menahan laju proses penuaan. Salah satu racikan alternatif yang disampaikan herbalis Bambang Sudewo adalah berbahan 30 gram bayam, 30 gram seledri, 30 gram wortel, 30 gram lidah buaya, 20 gram jamur tiram. Seluruh bahan dicuci bersih, diiris-iris atau dirajang, kemudian direbus dengan 4 gelas air bersih hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum 2 kali sehari setelah makan.

Atau dengan jus buah dan sayuran yang bahannya terdiri 40 gram alpukat, 20 gram tomat, 30 gram apel, 20 gram rumput laut. Seluruh bahan diblender dengan setengah gelas air bersih, hasilnya diminum pada pagi hari sebelum makan.

Teh celup untuk kencing manis

Teh celup untuk kecing manis

29 maret 2008

PREVALENSI penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995, yaitu 8,3% per 100 anggota rumah tangga. Pada umumnya perempuan lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan dengan pria. Data ini cukup mengkhawatirkan, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan setiap tahun semakin meningkat jumlah penderitanya. Ada beberapa solusi yang telah lama digunakan secara umum dapat menekan penyakit dalam seperti hipertensi dan diabetes, antara lain berolah-raga dan diet secara teratur. Dan yang dianggap paling praktis banyak konsumen adalah penggunaan obat kimia. Namun zaman sekarang yang lebih sadar terhadap kesehatan dan pengobatan alami, obat-obat tradisional yang berbasis herbal sering menjadi pilihan utama masyarakat.Salah satunya, mengkudu alias pace atau buah noni yang bernama ilmiah Morinda Citrifolia, merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang banyak di konsumsi. Mengkudu yang tergolong resmi sebagai tanaman obat nasional, dalam kapasitas pemakaian tertentu, buah ini berkhasiat memulihkan beragam penyakit yang memakan waktu lama dalam penyembuhannya.

Hasil penelitian terbaru terhadap khasiat buah ini dilakukan oleh Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia, diumumkan pada 28 September 2004 lalu. Penelitian khasiat mengkudu dilakukan bersama dengan tim peneliti di Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA) Departemen Farmasi Universitas Indonesia.

Dari hasil Uji Pre Klinis terdapat bukti mengkudu efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah serta tidak memberikan efek samping. Ini tentu hasil yang menggembirakan untuk para penderita hipertensi dan diabetes.

Selain tekanan darah tinggi, para ilmuwan barat yaitu Dr. Isabella Abbot, seorang ahli botani pada tahun 1992 juga mengidentifikasi dan mengkonfirmasi, mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat untuk mengontrol diabetes, kanker, meredam gangguan diabetes, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, gangguan hormon tiroid serta defisiensi daya tahan tubuh akibat penyakit virus Epstein-Barr, candidas kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga atau Altered Energy Syndrome (AES).

Mengkudu bisa menyembuhkan begitu banyak jenis penyakit. Karena di dalam buah ini didapati zat yang dapat merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel yang rusak dan menghambat pertumbuhan tumor.

Buah nan buruk rupa namun sarat manfaat ini juga terbukti mengandung zat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, menghilangkan rasa sakit, antiperadangan dan antialergi, mengatur siklus suasana hati dan mengatur siklus energi tubuh.

Meski buah ini sarat manfaat, banyak dari penderita masih enggan mengkonsumsinya, karena rasa dan baunya yang kurang sedap. Untuk mensiasati hal ini produsen herbal banyak berperan dalam membuat mengkudu menjadi kemasan yang menarik dan mudah dikonsumsi. Salah satu produksi herbal di Indonesia yang sudah berpengalaman menghasilkan produk-produk andalan dan telah mengekspor produknya adalah PT Jamu Puspo Internusa. Perusahaan ini mempunyai beberapa inovasi produk dalam varian bentuk kapsul sampai dengan teh celup.

Menurut Konsultan Komunikasi perusahaan ini, Fara Andriani, merek-merek Jamu Puspo yang sudah di kenal luas antara lain Pacekap, Pro-DeEm dan Pace Tea. Pacekap berupa kapsul yang mengandung 100% ekstrak murni sari buah mengkudu/pace ini, dibuat melalui proses murni ekstraksi dengan pabrik berstandar internasional.

Pacekap telah teruji aman dan efektif menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah. Dalam hal penelitan uji toksisitas subkronis, hasil penelitian menyebutkan Pacekap aman dikonsumsi untuk jangka panjang dan tidak menimbulkan efek samping negatif pada fungsi organ-organ jantung, hati, fungsi ginjal dan keadaan hematologi.

Pro-DeEm merupakan produk berupa teh celup bagi penderita diabetes yang secara lebih efektif dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan harganya terjangkau bagi masyarakat.

Pace Tea, berupa teh yang berfungsi untuk pencernaan mencegah daya tahan tubuh terhadap gejala-gejala flu, masuk angin, meningkatkan stamina dan konsentrasi beraktivitas. Dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan produsen herbal untuk kemasan mengkudu, diharapkan penderita dapat mengonsumsi mengkudu secara maksimal agar dapat menekan tingginya laju penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan di Indonesia. Jamu Puspo juga telah mengekspor produk-produknya di pasar Timur Tengah yang meliputi negara UEA, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait dan Bahrain.

indra_wijayajka@yahoo.com

Penurun panas, batuk, dan pilek

Penurun panas, batuk, dan pilek

29 maret 2008 15:58 Sofitel-seminyak-bali

Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.

Buah Merah Papua

Buah Merah Papua

29 maret 2008

Buah Merah Papua “Pandanus conoideus lam” tidak pelak lagi menjadi primadona ajang Indonesian Herbal Fair 2005 yang berlangsung bersamaan pada saat libur 11-12-13 Maret di ibu kota. Pameran terbilang cukup sukses jika menilik kehadiran banyaknya pengunjung dan dukungan partisipasi instansi pemerintah. Maraknya peserta pameran yang hampir mencapai jumlah 100 stand pun dapat dianggap menjadi keberhasilan tersendiri hingga pantas jika penyelenggara berencana akan menjadikan expo sebagai ajang kegiatan tahunan.

Pembukaan resmi pada hari pertama dihadiri oleh Kepala BPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan Dr. Sampurno yang membuka acara seminar bertema “Obat Herbal Indonesia, Aman, Efektif dan Berkualitas”.
Kemunculan Buah Merah Papua dalam pameran di ibu kota untuk pertama kalinya sebenarnya berlangsung saat Agro and Food Expo 2002 di JHCC Jakarta dalam rangka menyambut program Tahun Hortikultura Nasional awal Mei 2002. Saat ini publikasi tentang khasiat Buah Merah Papua sebagai obat multi-guna -yang bahkan diperkirakan ampuh dalam melawan penyakit HIV-Aids dan kanker- tengah meluas dan amat menarik minat publik.

Sesungguhnya fenomena tingginya minat publik atas obat herbal agaknya sejalan dengan trend dunia yang cenderung gandrung akan pola hidup “kembali ke alam” atau “back to nature” dekade belakangan ini. Selain itu sebagian masyarakat berupaya mencoba mencari alternatif obat berbahan ramuan tanaman/herbal tradisional yg berharga lebih murah dibanding dengan obat kimiawi buatan pabrik farmasi.Heboh Buah Merah Papua berlanjut tersendiri lewat acara seminar sehari “Pro Kontra Khasiat Buah Merah Papua” oleh peneliti pertama khasiat Buah Merah Papua Drs. Budi Made MSc di Jakarta Maret dan medio April 2005. Dapat disimpulkan bahwa kalangan masyarakat luas benar-benar berkepentingan agar penelitian akan khasiat Buah Merah Papua menjadi program prioritas yang amat mendesak. Penelitian yang amat pantas menjadi prioritas teratas dalam program RUT -Riset Unggulan Terpadu penelitian obat herbal nasional pada tahun mendatang.

Seperti diungkapkan kepala BPOM penelitian obat herbal nasional -tahun 2005 mencakup 19 tanaman berkhasiat obat- dilaksanakan oleh pusat penelitian di beberapa Universitas ternama nasional, adalah program tahunan yg memang diarahkan guna menghasilkan jenis obat herbal baru yang dapat diproduksi massal oleh industri farmasi nasional berbasis herbal.

Dalam waktu dekat setidaknya masyarakat memerlukan kejelasan tentang standard minimal pengolahan sari Buah Merah Papua yg memenuhi syarat sebagai suplemen penguat daya tahan tubuh: semacam standar mutu SNI. Sampai saat ini dari sekitar belasan merk yg beredar di pasaran ternyata hanya 5 merk saja yg terdaftar di Balai POM Departemen Kesehatan. Riset pengujian khasiat Buah Merah Papua sebagai obat multi-guna akan memerlukan waktu yang masih panjang.

Jika membandingkan bahwa riset khasiat mengkudu/buah noni “morinda citrifola” -tanaman asli asal Indonesia- butuh waktu puluhan tahun lebih riset intensif dari berbagai pelosok dunia untuk dapat sampai pada kesimpulan, bahwa buah mengkudu memang berkhasiat untuk mengobati, a.l: pencegahan radikal bebas pembentuk terjadinya sel kanker, kholesterol, diabetes, Jantung koroner, anti biotik/ anti-infeksi, dll. Pusat riset terkemuka tentang mengkudu berada a.l. : Tokyo Noni Research Center – Jepang, Universitas Hawaii – AS dan beberapa pusat riset universitas di Perancis.

Zaitun -buah yg minyaknya “olive oil” dikonsumsi bangsa Yunani sebagai suplemen kesehatan sejak zaman kuno pra-Masehi- pun baru saja beberapa bulan y.l. diakui oleh FDA -badan semacam BPOM di AS- sebagai berkhasiat obat guna mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker payudara. Kandungan tocopherol dan phenol pada olive oil juga diakui dapat mencegah terbentuknya sel-sel radikal bebas yg erat berkaitan dengan munculnya penyakit kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

Penelitian awal Buah Merah Papua menunjukkan kandungan tocopherol yg amat tingggi selain membuktikan bahwa “minyak” atau larutan sari buah mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yg dikenal bermanfaat baik guna meningkatkan HDL dalam tubuh dan sebaliknya menurunkan LDL atau “bad cholestrol”. Akan menjadi ironi menyedihkan jika terjadi bahwa khasiat lengkap sari Buah Merah Papua lebih dahulu diungkapkan oleh ilmuwan Asing yang bisa jadi amat berkepentingan terutama dalam upaya riset menemukan obat atau zat penangkal penyakit HIV-Aids.

Minyak dari Biji Mengkudu

Minyak dari Biji Mengkudu

28 maret 2008

03:15

jln.Tangkuban Perahu banjar pengubengan kangin

Kerobokan kelod 

Mengkudu (Morinda citrifolia L) atau di Jawa Barat lebuh dikenal dengan sebutan “cangkudu” merupakan pohon yang banyak tumbuh di daerah tropis, terutama di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pohon tersebut termasuk ke dalam pohon kopi–kopian (famili Rubiceae) dan dikenal dengan banyak nama antara lain Pace, Lengkudu, Noni, dan Indian Mulberry. Di Indonesia sampai saat ini dikenal sekira 20 jenis pohon mengkudu, antara lain mengkudu tanah merah, mengkudu tanah putih dan mengkudu Bogor.

Pohon mengkudu sangat potensial untuk dibudidayakan, karena sifat pohon tersebut yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi. Pohon mengkudu dapat hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi yaitu antara 500 – 1.500 meter dpl. Peningkatan pembudidayaan pohon mengkudu juga terutama karena hampir semua bagian pohon dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Sejalan dengan peningkatan kesadaran konsumen dan volume permintaan terhadap penggunaan obat alami, maka penelitian terhadap pohon mengkudu juga difokuskan untuk penggunaan sebagai bahan obat. Penggunaan khusus pohon mengkudu sebagai obat antara lain buah mengkudu berkhasiat untuk melancarkan urin, menurunkan kadar gula dan kolesterol darah. Sedangkan daun dan akarnya berkhasiat untuk obat sakit perut, disentri, serta eksim. Beberapa khasiat lain dari mengkudu dalam bentuk sediaan jus, kapsul, lulur antara lain sebagai antibiotik, antibakteri, aterioskerosis, artrisis, sakit punggung, beri – beri, kosmetik, dan antikanker. Daging buah mengkudu juga dapat diolah menjadi bahan makanan berserat tinggi (dietary fiber).

Produk dari pohon mengkudu telah banyak di produksi oleh beberapa produsen dalam dan luar negeri dalam bentuk jus dan kapsul buah mengkudu. Dan di dalam proses produksi jus mengkudu akan dihasilkan limbah berupa biji. Jumlah biji mengkudu yang dihasilkan cukup besar yaitu 20% – 25% dari total berat buah yang diperlukan.

Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian terhadap pemanfaatan biji mengkudu dengan mengisolasi minyak dari biji mengkudu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk studi isolasi minyak dari biji mengkudu secara ekstraksi dengan pelarut n-heksana serta uji kualitas minyak tersebut. Hasil penelitian diharapkan menjadi alternatif untuk memanfaatkan biji mengkudu.

Dari beberapa literatur didapatkan, minyak mengkudu banyak digunakan untuk bahan baku sediaan kosmetik, lilin dan massage oils. Hasil penelitian terakhir menunjukkan, minyak biji mengkudu juga berkhasiat dalam menghaluskan kulit (cleansing agent) dan membantu pada proses peremajaan kulit (rejuvenating agent).

Isolasi minyak biji mengkudu

Untuk menentukan komposisi bahan dalam buah mengkudu, maka terlebih dulu harus dilakukan proses pemisahan terhadap buah mengkudu dengan menggunakan alat ekstruder. Alat ekstruder dapat digunakan untuk memisahkan komponen buah mengkudu menjadi kulit dan biji, serta daging buah dan jus.

Dari hasil pemisahan, biji dan kulit mengkudu merupakan bahan kedua terbesar setelah daging buah, yaitu sekitar 27 kg/100 kg buah. Hal ini menunjukkan, proses produksi jus mengkudu menghasilkan limbah biji yang cukup besar dan selama ini masih belum dimanfaatkan. Sebagai gambaran, sebuah koperasi penghasil jus mengkudu di Bogor dalam sebulan minimal memerlukan 10.000 kg buah, sehingga dengan perhitungan di atas, minimal akan dihasilkan produk buangan berupa biji mengkudu seberat 2.700 kg.

Proses selanjutnya adalah proses pemisahan biji mengkudu dengan kulit buah, yaitu dilakukan dengan cara pencucian dengan air dan penyaringan. Untuk menurunkan kandungan air dalam biji mengkudu, maka dilakukan pengeringan terhadap biji mengkudu menggunakan sinar matahari sehingga diperkirakan kadar airnya tersisa 2% – 8%. Biji kering tersebut selanjutnya dihaluskan untuk memudahkan analisis proksimat dan proses isolasi minyak.

Analisis proksimat menunjukkan, proses pengeringan berhasil menurunkan kadar air dalam serbuk biji mengkudu menjadi 6,74%, juga dapat dilihat serat dan karbohidrat merupakan senyawa kimia dominan dalam biji mengkudu. Sedangkan lemak atau minyak merupakan senyawa dominan ketiga, yaitu 13,2%, sehingga dimungkinkan untuk diisolasi menggunakan pelarut organik atau menggunakan proses mekanik berupa pengepresan.

Dalam penelitian ini dilakukan proses isolasi minyak menggunakan proses ekstraksi. Berdasarkan sifat lemak yang non polar, maka dilakukan isolasi minyak menggunakan pelarut nonpolar yaitu n-heksana dengan alat sokhlet. Proses isolasi dilakukan pada suhu 80 oC selama 4 jam. Kondisi suhu dipilih berdasarkan pertimbangan titik didih pelarut dan kestabilan minyak, sedangkan parameter waktu didasarkan pada prosedur umum untuk penentuan lemak kasar. Rendemen hasil ekstraksi minyak dengan n-heksana adalah berkisar antara 11,59% – 12,60%. Minyak yang dihasilkan umumnya berwarna kuning jernih dan tak berbau.

Selanjutnya terhadap minyak hasil isolasi dilakukan uji kualitas dan kandungan asam lemak. Uji kualitas dilakukan terhadap beberapa parameter yaitu : bilangan penyabunan, bilangan iod, bilangan asam, bilangan peroksida, berat jenis, dan indeks bias.

Bilangan penyabunan menunjukkan banyaknya basa (mg KOH) yang dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram minyak. Besarnya bilangan penyabunan bergantung dari massa molekul minyak, semakin besar massa molekul semakin rendah bilangan penyabunannya. Hal ini dapat dijelaskan, dengan semakin panjang rantai hidrokarbon suatu minyak, maka akan semakin kecil proporsi molar gugus karboksilat yang akan bereaksi dengan basa. Data analisis bilangan penyabunan minyak mengkudu adalah 185 mg KOH/gram contoh, angka ini relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan angka penyabunan minyak kelapa yaitu 255 – 265 mg KOH/gram contoh.

Hal ini diduga erat kaitannya dengan kandungan asam lemak dari minyak mengkudu. Data analisis kromatografi gas menunjukkan bahwa minyak mengkudu mengandung asam lemak dengan massa molekul yang lebih besar bila dibandingkan dengan asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa.

Bilangan iod menunjukkan banyaknya molekul iod yang dapat mengadisi ikatan rangkap pada minyak, dinyatakan dalam gram iod per 100 gram contoh minyak. Bilangan ini sangat penting dalam menentukan kualitas minyak berdasarkan banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemaknya. Semakin besar bilangan iod, maka semakin banyak ikatan rangkap yang ada dalam asam lemak suatu minyak.

Sedangkan semakin banyak ikatan rangkap dalam suatu minyak,maka minyak tersebut akan semakin mudah rusak, karena sifatnya yang mudah teroksidasi oksigen dalam udara, senyawa kimia atau proses pemanasan.

Data analisis menunjukkan, minyak mengkudu mempunyai angka iod yang sangat tinggi yaitu 114 gram iod/100 gram minyak. Angka ini jauh lebih besar daripada angka iod minyak kelapa yaitu 8 – 10 gram iod/100 gram minyak.

Bilangan asam menunjukkan banyaknya asam lemak bebas dalam minyak dan dinyatakan dengan mg basa per 1 gram minyak. Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Bilangan ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia, pemanasan, proses fisika atau reaksi enzimatis.

Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang telah terhidrolisis. Data analisis menunjukkan, bilangan asam minyak mengkudu sebesar 21,12 mg KOH/gram minyak. Besarnya bilangan ini diduga karena telah terjadi proses hidrolisis pada minyak mengkudu terutama pada saat pemeraman buah dan pengolahan.

Pengujian kandungan komponen asam lemak dalam minyak mengkudu bertujuan untuk mengetahui jenis asam lemak yang ada dan dilakukan dengan menggunakan alat kromatografi gas. Data analisis data kualitatif berdasarkan perbandingan waktu retensi beberapa puncak kromatogram contoh terhadap standar asam lemak, maka diamati minyak mengkudu mengandung beberapa asam lemak yaitu asam palmitat, asam linolenat, asam oleat dan asam linoleat.

Selain itu terdapat beberapa puncak dengan waktu retensi lain yang dapat diamati, tetapi belum dapat disimpulkan karena keterbatasan jenis asam lemak standar. Tapi berdasarkan hasil penelitian peneliti lain juga didapatkan adanya kandungan asam lemak yang lain seperti asam stearat.

Dari empat jenis asam lemak yang dapat diamati, ternyata minyak mengkudu mempunyai kandungan jenis asam lemak tak jenuh yang lebih banyak. Seperti diketahui asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat merupakan asam lemak tak jenuh dengan jumlah ikatan rangkap tak jenuh masing-masing berturut-turut adalah satu, dua dan tiga. Kandungan inilah yang diduga mengakibatkan besarnya bilangan iodium dan peroksida. Hal ini diduga juga akan menimbulkan mudahnya minyak mengkudu untuk rusak dan berbau tengik. Hasil penelitian menunjukkan, biji mengkudu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif untuk memproduksi minyak.***

Noni Kurangi Kolesterol & Trigliserida pada Perokok

Noni Kurangi Kolesterol & Trigliserida pada Perokok

28 maret 2008

00:35 Ramada-Bintang-Bali-Resort

Siapa tak kenal buah noni? Di Indonesia buah yang dikenal dengan nama mengkudu ini diyakini punya berbagai macam manfaat bagi kesehatan.Tak sedikit orang yang telah merasakan khasiat buah bernama Latin Morinda citrifolia ini. Dr. Mian Ying Wang, MD, MS, seorang peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Illinois, Chicago, Amerika Serikat, dalam riset terbarunya mengemukakan bahwa produk Tahitian Noni Juice dapat mengurangi kolesterol dan trigliserida pada perokok dengan tingkat kolesterol tinggi. Hal ini dikemukakan dalam jumpa dengan media di Menara Anugerah, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 29 Maret lalu.

Dr Wang memilih perokok sebagai subjek penelitian karena tingkat kolesterolnya tinggi dan berisiko terhadap serangan jantung. Dalam penelitian lain noni disebut memiliki efek antikanker pada tahap awal proses karsinogenik, aktivitas antimutagenik, antikanker in vitro dan in vivo, berefek pada perlindungan organ hati, mengurangi rasa sakit, sebagai antioksidan yang sangat kuat untuk menangkal radikal bebas mengurangi peroksida lemak pada vitro dan vivo serta sebagai antiinflamatori.

Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Ketua Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS OBA) dari Departemen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia juga sudah mulai meneliti khasiat buah noni pada tahun 2004-2005. Menurut Prof. Sumali, noni dapat meningkatkan resistensi tubuh terhadap penyakit. “Karena merupakan adaptogen yakni bahan yang meningkatkan resistensi tubuh terhadap stres fisik, kimia, dan biologi. Selain itu, noni juga merupakan imunostimulan yakni bahan yang mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi terutama virus dan bakteri patogen,” ujar Prof Sumali.

Penelitian Prof Sumali didukung oleh uji khasiat yang dilakukan Wahyo Jatmiko dari Universitas Airlangga pada tahun 2004-2005. Seperti dilaporkan Wahyo buah noni aman sebagai obat dan dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe II.

Dr. Wang menambahkan noni selain memiliki efek terapis juga berkhasiat antibakteri, antiviral, antifungal, sebagai peningkat imun dan memberi efek perlindungan terhadap penyakit SARS.

Buah Noni

Buah Noni

28 maret 2008 00:11 Ramada-Bintang-Bali-Resort

KANDUNGAN

I ) Pengenalan

II ) Latar belakang buah Noni

III ) Penggunaan tradisional buah Noni dalam beberapa masyarakat di dunia

IV ) Penyelidikan terhadap buah Noni dengan perubatan moden

V ) Cara-cara penggunaan buah Noni

a ) Prinsip penggunaan am

b ) Perkara-perkara yang perlu diperhatikan ketika meminum jus buah Noni

c ) Panduan kepada pesakit diabetes

d ) Cara menggunakan jus buah Noni pada masa kecemasaan

e ) Fenomena mengeluarkan toksik daripada badan

f ) Cara penggunaan yang lain

VI ) Kesimpulan

PENGENALAN

Buah Noni (nama tempatan di Hawaii) atau nama saintifiknya Morinda citrifolia juga dikenali sebagai buah mengkudu (nama tempatan di Malaysia) diketahui begitu kaya dengan pelbagai ramuan perubatan sehingga dikenali sebagai ‘ratu tumbuhan’. Tumbuhan ini mempunyai ketinggian 15 kaki hingga 30 kaki. Ia boleh berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Bunganya berwarna putih manakala buahnya yang sudah masak berbentuk poligon seperti bentuk ubi kentang. Dalam buahnya mengandungi biji bernih yang berwarna coklat. Buah mengkudu yang telah masak akan berubah dari warna kuning kepada warna putih.

Di Malaysia, pokok Noni tumbuh liar di kawasan kampung tetapi masyarakat memandang remeh khasiatnya berbanding dengan saintis Hawaii yang telah membuat kajian mengenainya sehingga buah itu dikomersialkan sejak tahun 1993. Walau bagaimanapun penyelidikan terhadap pokok Noni mula dijalankan di Bahagian Tumbuhan Ubatan, Institut Penyelidikan Perhutanan Malaysia (FRIM). Salah seorang daripada penyelidik ialah Dr. Mohd. Ilham Adenan.

LATAR BELAKANG BUAH NONI

Buah Noni mula sekali digunakan sebagai ubat tradisional di Kepulaunan Pasifik Selatan, kemudian di China dan India. Selepas itu, ia telah dipindahkan ke Tahiti, Hawaii, Malasia sejak 2000 tahun lagi. Di kalangan masyarakat Kepulaunan Hawaii, buah Noni ini dianggap sebagai ‘the magic fruit’ atau buah ajaib kerana nilai perubatannya yang tinggi. Sebernarnya buah Noni telah tercatat dalam manukrip purba sebagai salah satu bahan utama dalam ramuan perubatan. Keajaiban buah Noni telah terserlah ketika Perang Dunia kedua lagi. Tentera yang berada di Kepulaunan Polynesia diberikan buah Noni oleh penduduk tempatan untuk menghindari rasa letih dan memperkuatkan badan. Seluruh bahagian pokok Noni dipercayai mempunyai nilai perubatan yang tersendiri.

Buah Noni (Morinda citrofolia) mempunyai lebih daripada 80 spesies. Ia tersebar luas di kawasan hutan tropikal. Walau bagaimanapun, buah Noni yang terdapat di Kepulaunan Polynesia, Tahiti mempunyai nilai perubatan yang tertinggi sekali kerana kawasan tersebut belum lagi dicemari. Pengeluaran buah Noni daripada rantau Pasifik Selatan merangkumi lebih daripada 60% pengeluaran dunia. Di antara kawasan-kawasan ini, Tahiti merupakan kawasan pengeluaran buah Noni yang terpenting.

PENGGUNAAN TRADISIONAL BUAH NONI DI BEBERAPA MASYARAKAT DI DUNIA

Buah Noni boleh ditemui dengan banyaknya di Asia Tenggara, Australia, New Zealand, India, Carribean dan Tahiti mempunyai nama yang berbeza. Sungguhpun begitu, masyarakat di tempat-tempat ini masing-masing menggunakan buah ini sebagai ubat tradisional untuk mengubati pelbagai penyakit.

Misalnya di Kepulaunan Carribean, buah Noni dipanggil ‘pain killer tree’ (pokok menahan kesakitan) kerana kegunaannya yang meluas untuk meredakan kesakitan akibat benggkak, terseliuh, patah tulang, demam dan pelbagai lagi. Manakala di Asia Tenggara, pokok yang dipanggil ‘nhau’ itu digunakan untuk mengubati sakit tekak serta penyakit mulut dan gusi. Masyarakat di Filipina pula percaya buah Noni bertindak membersihkan usus terutamanya menghindari perut daripada parasit. Masyarakat Melayu sama ada di Malaysia atau Indonesia pula biasanya menggunakan buah Noni untuk mengubati gangguan semasa kencing, diabetes, batuk, senggugut dan perdarahan. Manakala masyarakat Burma pula gemar memasak gulai buah yang masih muda dan buah yang telah masak akan dimakan mentah bersama garam. Sementara di Kepulaunan Ratatonga, Samoa dan Fiji, buah Noni telah menjadi makanan ruji masyarakat di sana. Mereka menggunakannya sama ada mentah atau dibuat gulai.

PENYELIDIKAN TERHADAP BUAH NONI DENGAN PERUBATAN MODEN

Saintis pertama yang mengkaji tentang buah Noni ialah seorang ahli biokimia yang terkenal, Dr. Ralph Heinicke. Semasa Dr. Heinicke membuat kajian mengenai bromelain nanas di Hawaii, beliau mendapati nanas mengandungi proxeronine. Pada masa yang sama, beliau turut mendapati kandungan proxeronine dan proxeronase dalam buah Noni lebih tinggi daripada nanas. Maka, Dr. Heinicke telah merumuskan bahawa buah Noni ialah sumber terbaik pembentukan protein dalam badan manusia.

Dalam kajian fisiologi Dr. Heinicke, baliau mendapati proxeronine penting untuk mensistesis alkaloid xeronine. Xeronine ialah sejenis protein yang hanya dapat dihasilkan dalam usus manusia. Kekurangan xeronine boleh mengakibatkan pelbagai jenis penyakit. Proxeronine dan proxeronase akan berubah menjadi xeronine melalui tindakbalas biokimia dalam usus. Ini seterusnya boleh mengaktifkan fungsi enzim dalam badan manusia serta merangsang sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem doktrin dan sistem pembiakan. Dengan adanya xeronine, ia boleh mencegah pelbagai jenis penyakit seperti diarrhea, asma, diabetes, arthritis, migrain, masalah haid, batuk, sakit tekak, penyakit mulut dan gusi, merendahkan tekanan tinggi, mencegah pertumbuhan parasit dan kulat, merencatkan pertumbuhan sel-sel barah dan lain-lain penyakit lagi. Selain itu, xeronine juga menggalakkan pertumbuhan tisu dan mengaktifkan fungsi sel-sel badan. Oleh itu, xeronine turut memperlihatkan kesan yang terserlah untuk patah tulang, salah urat, seranggan serangga, barah bir, melecur dan terbakar serta menghalang proses penuaan.

Melalui penyelidikan terhadap buah Noni yang dilakukan oleh ahli botani yang terkenal, Dr. Isabella Abboft, beliau membuktikan Noni boleh mencegah diabetes dan penyakit barah serta merendahkan tekanan darah tinggi. Manakala ahli biokimia, Dr. Joseph Bafz turut menunjukkan noni mengandungi antihistamin yang boleh mencegah asma, hayfever dan rheumatism. Selain itu, Noni juga mengandungi karbohidrat, protein, garam galian dan lemak tak tepu yang penting untuk kesihatan. Sementara itu, penyelidikan yang dilakukan oleh Mona Harrison, M.D., Ph.D., bekas Timbalan Dekan Falkuti Perubatan, University of Boston, beliau mendapati jus Noni boleh merangsang perembesan serotonin dan melatonin. Oleh itu, ia boleh digunakan sebagai soporifik dan menggalakkan afrodisiak. Amalan meminum jus Noni boleh mencegah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan hormon seperti nyanyuk serta menghalang proses penuaan.

(rujuk Lampiran 1)

CARA-CARA PENGGUNAAN BUAH NONI

a ) Prinsip Penggunaan Am

Jus buah Noni boleh diminum atau disapu pada tubuh badan yang berluka. Biasanya, buah Noni akan dihempas dan ditapis untuk mendapatkan jus bagi kegunaan selanjutnya. Ini kerana lebih daripada 60% kandungan buah Noni terdiri daripada air. Jus buah Noni boleh diminum pada sebarang masa. Walaupun jus ini diminum sebelum memakan mengambil sebarang makanan menggalakkan kadar penyerapannya tetapi jika ia diminum selepas memakan makanan atau diminum bersama dengan makanan lain, fungsinya tetap tidak akan terjejas. Jus ini boleh diminum oleh semua lapisan masyarakat tanpa mengambilkira umur dan jantina pengguna. Wanita yang hamil juga boleh meminumnya kerana buah Noni ialah makanan dan bukannya ubat.

Biasanya, kuantiti pengambilan jus buah Noni tidaklah begitu banyak. Kuantiti penggunaan yang sesuai bagi setiap hari bersamaan dengan 2 sudu atau 30cc. Walau bagaimanapun, ia harusnya bersesuaian dengan keadaan dan umur seseorang. Terdapat pengguna yang hanya perlu meminumnya sekali sehari dan ada pengguna pula yang perlu meminumnya lebih daripada 4 kali dalam sehari. Kesemua ini perlu bergantung kepada kesan selepas meminumnya.

b ) Perkara-perkara Yang Perlu Diperhatikan Ketika Meminum Jus Buah Noni

Jus buah Noni boleh ditambah dengan sebarang jus buah-buahan, jus sayur-sayuran, teh, atau minuman lain. Ia juga boleh digunakan sabagai bahan perisa semasa memasak. Jika digunakan sebagai bahan perisa, ia seharusnya dibubuh kepada lauk-pauk selepas siap simasak. Ini kerana suhu tinggi akan menjejaskan khasiat jusnya. Dengan alasan yang sama, jus buah Noni tidak boleh dipanaskan dalam microwave atau dicampur dengan air yang terlalu panas bagi menjamin kesempurnaan khasiatnya.

Jus buah Noni mengandungi vitamin C yang tinggi, maka ia tidak harusnya dimasukkan dalam perkakas yang diperbuat daripada kristal kerana kristal mengandungi plumbum yang akan terurai dalam perisa masam yang tercampur dengan jus. Oleh itu, perkakas yang paling sesuai ialah perkakas yang diperbuat daripada kaca.

Jika ingin mencampurkan jus buah Noni dengan air, haruslah menggunakan air yang telah ditulen, air mineral atau air suling dan bukannya air paip yang mengandungi gas hidrogen yang akan menjejaskan khasiat jus buah Noni. Sekiranya terpaksa juga menggunakan air paip, air paip tersebut haruslah dimasak lebih kurang 5 minit sebelum dicampurkan kapada jus buah Noni.

Sebelum meminum jus buah Noni, pengguna dinasihatkan meminum air kosong ( bukannya teh atau kopi )dahulu bagi meneutralkan asid gastrik. Kemudian barulah meminum jus buah Noni diikuti dengan segelas air kosong lagi supaya khasiatnya senang diserap oleh badan.

c ) Panduan Kepada Pesakit Diabetes

Jus buah Noni boleh merendahkan aras glukosa darah. Oleh itu, pesakit diabetes yang meminum jus ini antara 30-60cc setiap hari boleh mendapat manfaat daripadanya. Sekiranya pesakit diabetes mengambil terlalu banyak insulin boleh menyebabkan keadaan hipoglisemia. Maka pesakit diabetes dinasihatkan selalu menguji aras glukosa darah setiap hari untuk mengawal aras glukosa darah bagi menetapkan dos insulin yang diperlukan.

d ) Cara Menggunakan Jus Buah Noni Pada Masa Kecemasan

Pada masa kecemasan dan tidak sempat berhubung dengan doktor seperti patah tukang, salah urat, terhempap, sakit tekak, penyakit buah pinggang dan lain-lain penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Maka pesakit boleh meminum jus buah Noni sebanyak 90-120cc atau 6-8 sudu serta-merta. Kuantiti jus ini dikekalkan setiap 8 jam. Sekiranya masalah kesakitan tidak bertambah baik, haruslah berhubung dengan doktor.

e ) Fenomena Mengeluarkan Toksik Daripada Badan

Badan manusia berdaya mengeluarkan bahan buangan yang terkumpul dalam badan melalui proses metabolisme. Pengumpulan bahan toksik seperti bahan pengawet, racun pertanian, ubat, air dan udara yang tercemar menyebabkan kita merasa sakit dan tidak selesa. Dengan meminum jus buah Noni, kesemua bahan toksik ini boleh dikeluarkan daripada badan. Fenomena ini dikenali sebagai “tempoh baik pulih”.

Dalam tempoh ini, seseorang akan terasa ketidakselesaan seperti cirit-birit, batuk, menimbul jerawat pada muka, radang kulit, sakit kepala, sakit sendi dan lemah selama beberapa hari atau beberapa minggu. Sekiranya ketidakselesaan ini tidak serius, pengamalan meminum jus Noni boleh diteruskan. Apabila kesemua bahan toksik dalam badan telah dikeluarkan, pengguna akan merasa selesa sungguh dan sentiasa bersemangat. Walau bagaimanapun, pengguna dinasihatkan meminum kekurang-kurangnya 8 gelas air sehari supaya proses pengeluaran bahan toksik dapat dijalankan dengan lebih senang. Sekiranya ketidakselesaan badan agak serius, pengguna boleh meminum separuh daripada kuantiti jus Noni yang asal atau mencampurkan jus ini dengan air atau jus buah-buahan lain dan diminum 3-6 kali sehari. Jika ketidakselesaan ini masih berterusan, pengguna dinasihatkan menghentikan amalan meminum jus Noni buat seketika masa kerana pengguna tersebut mungkin alergik terhadap jus buah Noni.

f ) Cara Penggunaan Yang Lain

Selain daripada meminum jus buah Noni, penduduk di Tahiti juga menggunakannya untuk disapu pada bahagian tubuh yang salah urat, radang kulit dan gigitan serangga. Pengguna juga boleh mencampurkan sesudu jus Noni dengan secawan air (bukan air yang terlalu panas) untuk merendam pada bahagian tuduh yang sakit. Apabila campuran jus dan air telah sejuk, campuran tersebut boleh dipanaskan semula untuk seketika masa. Jus buah Noni juga boleh digunakan untuk membersihkan mulut, gusi dan gigi serta sebagai shampoo.

KESIMPULAN

Buah Noni merupakan makanan perubatan semulajadi bagi penduduk di Kepulaunan Pasifik Selatan. Ia mempunyai nilai perubatan dan khasiat yang tersendiri. Dengan penyelidikan para saintis daripada Eropah, Amerika Syarikat, Jepun dan negara-negara lain, buah Noni telah dibuktikan mempunyai pelbagai jenis bahan kimia yang boleh mencegah pelbagai jenis penyakit. Walau bagaimanapun, kesemua ini hanyalah merupakan laporan penyelidikan sains sahaja dan memastikan bahawa buah Noni boleh merawati kesemua jenis penyakit. Ini kerana keadaan kesihatan, persekitaran dan tabiat seseorang menentukan kesan penyerapan terhadap jus buah Noni.

Pendek kata, memandangkan buah Noni mempunyai nilai perubatan dan khasiat yang tinggi, tidak mustahillah buah Noni semakin mendapat tempat dalam bidang perubatan moden.