Menghambat Proses Penuaan

Menghambat Proses Penuaan

29 maret 2008

18:28

Tak seorang pun dapat menghentikan proses penuaan. Siklus ini ditandai dengan tahap-tahap menurunnya berbagai fungsi organ tubuh. Misal pada penglihatan, pendengaran, pencernaan, pernapasan dan pembuluh darah.

Proses ini paling jelas terlihat pada perubahan kulit yang semula kencang kemudian menjadi berkerut-kerut. Hal ini terjadi karena kelenjar pelumas dan daya elastisitas dari serabut kulit mulai berkurang. Kerut-kerut penuaan ini akan jelas terlihat pada daerah sekitar mata, pipi, leher dan tangan. Pada kebanyakan perempuan terjadi menopause disusul dengan menurunnya produksi hormon estrogen. Pada proses ini kulit dan jaringan lain akan menipis dan tidak lentur lagi. Juga akan muncul uban pada rambut.

Banyak cara ditempuh untuk menghambat laju proses penuaan, dari cara fisik, mental, sosial dan spiritual sehingga fungsi organ-organ tubuh dapat bertahan lebih lama.

Terapi herbal dapat dilakukan untuk menahan laju proses penuaan. Salah satu racikan alternatif yang disampaikan herbalis Bambang Sudewo adalah berbahan 30 gram bayam, 30 gram seledri, 30 gram wortel, 30 gram lidah buaya, 20 gram jamur tiram. Seluruh bahan dicuci bersih, diiris-iris atau dirajang, kemudian direbus dengan 4 gelas air bersih hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum 2 kali sehari setelah makan.

Atau dengan jus buah dan sayuran yang bahannya terdiri 40 gram alpukat, 20 gram tomat, 30 gram apel, 20 gram rumput laut. Seluruh bahan diblender dengan setengah gelas air bersih, hasilnya diminum pada pagi hari sebelum makan.

Teh celup untuk kencing manis

Teh celup untuk kecing manis

29 maret 2008

PREVALENSI penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995, yaitu 8,3% per 100 anggota rumah tangga. Pada umumnya perempuan lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan dengan pria. Data ini cukup mengkhawatirkan, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan setiap tahun semakin meningkat jumlah penderitanya. Ada beberapa solusi yang telah lama digunakan secara umum dapat menekan penyakit dalam seperti hipertensi dan diabetes, antara lain berolah-raga dan diet secara teratur. Dan yang dianggap paling praktis banyak konsumen adalah penggunaan obat kimia. Namun zaman sekarang yang lebih sadar terhadap kesehatan dan pengobatan alami, obat-obat tradisional yang berbasis herbal sering menjadi pilihan utama masyarakat.Salah satunya, mengkudu alias pace atau buah noni yang bernama ilmiah Morinda Citrifolia, merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang banyak di konsumsi. Mengkudu yang tergolong resmi sebagai tanaman obat nasional, dalam kapasitas pemakaian tertentu, buah ini berkhasiat memulihkan beragam penyakit yang memakan waktu lama dalam penyembuhannya.

Hasil penelitian terbaru terhadap khasiat buah ini dilakukan oleh Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia, diumumkan pada 28 September 2004 lalu. Penelitian khasiat mengkudu dilakukan bersama dengan tim peneliti di Pusat Studi Obat Bahan Alam (PS-OBA) Departemen Farmasi Universitas Indonesia.

Dari hasil Uji Pre Klinis terdapat bukti mengkudu efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah serta tidak memberikan efek samping. Ini tentu hasil yang menggembirakan untuk para penderita hipertensi dan diabetes.

Selain tekanan darah tinggi, para ilmuwan barat yaitu Dr. Isabella Abbot, seorang ahli botani pada tahun 1992 juga mengidentifikasi dan mengkonfirmasi, mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat untuk mengontrol diabetes, kanker, meredam gangguan diabetes, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, gangguan hormon tiroid serta defisiensi daya tahan tubuh akibat penyakit virus Epstein-Barr, candidas kronis, penyakit akibat infeksi virus HIV, kekurangan tenaga atau Altered Energy Syndrome (AES).

Mengkudu bisa menyembuhkan begitu banyak jenis penyakit. Karena di dalam buah ini didapati zat yang dapat merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel yang rusak dan menghambat pertumbuhan tumor.

Buah nan buruk rupa namun sarat manfaat ini juga terbukti mengandung zat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, menghilangkan rasa sakit, antiperadangan dan antialergi, mengatur siklus suasana hati dan mengatur siklus energi tubuh.

Meski buah ini sarat manfaat, banyak dari penderita masih enggan mengkonsumsinya, karena rasa dan baunya yang kurang sedap. Untuk mensiasati hal ini produsen herbal banyak berperan dalam membuat mengkudu menjadi kemasan yang menarik dan mudah dikonsumsi. Salah satu produksi herbal di Indonesia yang sudah berpengalaman menghasilkan produk-produk andalan dan telah mengekspor produknya adalah PT Jamu Puspo Internusa. Perusahaan ini mempunyai beberapa inovasi produk dalam varian bentuk kapsul sampai dengan teh celup.

Menurut Konsultan Komunikasi perusahaan ini, Fara Andriani, merek-merek Jamu Puspo yang sudah di kenal luas antara lain Pacekap, Pro-DeEm dan Pace Tea. Pacekap berupa kapsul yang mengandung 100% ekstrak murni sari buah mengkudu/pace ini, dibuat melalui proses murni ekstraksi dengan pabrik berstandar internasional.

Pacekap telah teruji aman dan efektif menurunkan tekanan darah tinggi dan menstabilkan kadar gula darah. Dalam hal penelitan uji toksisitas subkronis, hasil penelitian menyebutkan Pacekap aman dikonsumsi untuk jangka panjang dan tidak menimbulkan efek samping negatif pada fungsi organ-organ jantung, hati, fungsi ginjal dan keadaan hematologi.

Pro-DeEm merupakan produk berupa teh celup bagi penderita diabetes yang secara lebih efektif dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan harganya terjangkau bagi masyarakat.

Pace Tea, berupa teh yang berfungsi untuk pencernaan mencegah daya tahan tubuh terhadap gejala-gejala flu, masuk angin, meningkatkan stamina dan konsentrasi beraktivitas. Dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan produsen herbal untuk kemasan mengkudu, diharapkan penderita dapat mengonsumsi mengkudu secara maksimal agar dapat menekan tingginya laju penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan di Indonesia. Jamu Puspo juga telah mengekspor produk-produknya di pasar Timur Tengah yang meliputi negara UEA, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait dan Bahrain.

indra_wijayajka@yahoo.com

Penurun panas, batuk, dan pilek

Penurun panas, batuk, dan pilek

29 maret 2008 15:58 Sofitel-seminyak-bali

Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.

Buah Merah Papua

Buah Merah Papua

29 maret 2008

Buah Merah Papua “Pandanus conoideus lam” tidak pelak lagi menjadi primadona ajang Indonesian Herbal Fair 2005 yang berlangsung bersamaan pada saat libur 11-12-13 Maret di ibu kota. Pameran terbilang cukup sukses jika menilik kehadiran banyaknya pengunjung dan dukungan partisipasi instansi pemerintah. Maraknya peserta pameran yang hampir mencapai jumlah 100 stand pun dapat dianggap menjadi keberhasilan tersendiri hingga pantas jika penyelenggara berencana akan menjadikan expo sebagai ajang kegiatan tahunan.

Pembukaan resmi pada hari pertama dihadiri oleh Kepala BPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan Dr. Sampurno yang membuka acara seminar bertema “Obat Herbal Indonesia, Aman, Efektif dan Berkualitas”.
Kemunculan Buah Merah Papua dalam pameran di ibu kota untuk pertama kalinya sebenarnya berlangsung saat Agro and Food Expo 2002 di JHCC Jakarta dalam rangka menyambut program Tahun Hortikultura Nasional awal Mei 2002. Saat ini publikasi tentang khasiat Buah Merah Papua sebagai obat multi-guna -yang bahkan diperkirakan ampuh dalam melawan penyakit HIV-Aids dan kanker- tengah meluas dan amat menarik minat publik.

Sesungguhnya fenomena tingginya minat publik atas obat herbal agaknya sejalan dengan trend dunia yang cenderung gandrung akan pola hidup “kembali ke alam” atau “back to nature” dekade belakangan ini. Selain itu sebagian masyarakat berupaya mencoba mencari alternatif obat berbahan ramuan tanaman/herbal tradisional yg berharga lebih murah dibanding dengan obat kimiawi buatan pabrik farmasi.Heboh Buah Merah Papua berlanjut tersendiri lewat acara seminar sehari “Pro Kontra Khasiat Buah Merah Papua” oleh peneliti pertama khasiat Buah Merah Papua Drs. Budi Made MSc di Jakarta Maret dan medio April 2005. Dapat disimpulkan bahwa kalangan masyarakat luas benar-benar berkepentingan agar penelitian akan khasiat Buah Merah Papua menjadi program prioritas yang amat mendesak. Penelitian yang amat pantas menjadi prioritas teratas dalam program RUT -Riset Unggulan Terpadu penelitian obat herbal nasional pada tahun mendatang.

Seperti diungkapkan kepala BPOM penelitian obat herbal nasional -tahun 2005 mencakup 19 tanaman berkhasiat obat- dilaksanakan oleh pusat penelitian di beberapa Universitas ternama nasional, adalah program tahunan yg memang diarahkan guna menghasilkan jenis obat herbal baru yang dapat diproduksi massal oleh industri farmasi nasional berbasis herbal.

Dalam waktu dekat setidaknya masyarakat memerlukan kejelasan tentang standard minimal pengolahan sari Buah Merah Papua yg memenuhi syarat sebagai suplemen penguat daya tahan tubuh: semacam standar mutu SNI. Sampai saat ini dari sekitar belasan merk yg beredar di pasaran ternyata hanya 5 merk saja yg terdaftar di Balai POM Departemen Kesehatan. Riset pengujian khasiat Buah Merah Papua sebagai obat multi-guna akan memerlukan waktu yang masih panjang.

Jika membandingkan bahwa riset khasiat mengkudu/buah noni “morinda citrifola” -tanaman asli asal Indonesia- butuh waktu puluhan tahun lebih riset intensif dari berbagai pelosok dunia untuk dapat sampai pada kesimpulan, bahwa buah mengkudu memang berkhasiat untuk mengobati, a.l: pencegahan radikal bebas pembentuk terjadinya sel kanker, kholesterol, diabetes, Jantung koroner, anti biotik/ anti-infeksi, dll. Pusat riset terkemuka tentang mengkudu berada a.l. : Tokyo Noni Research Center – Jepang, Universitas Hawaii – AS dan beberapa pusat riset universitas di Perancis.

Zaitun -buah yg minyaknya “olive oil” dikonsumsi bangsa Yunani sebagai suplemen kesehatan sejak zaman kuno pra-Masehi- pun baru saja beberapa bulan y.l. diakui oleh FDA -badan semacam BPOM di AS- sebagai berkhasiat obat guna mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker payudara. Kandungan tocopherol dan phenol pada olive oil juga diakui dapat mencegah terbentuknya sel-sel radikal bebas yg erat berkaitan dengan munculnya penyakit kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

Penelitian awal Buah Merah Papua menunjukkan kandungan tocopherol yg amat tingggi selain membuktikan bahwa “minyak” atau larutan sari buah mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yg dikenal bermanfaat baik guna meningkatkan HDL dalam tubuh dan sebaliknya menurunkan LDL atau “bad cholestrol”. Akan menjadi ironi menyedihkan jika terjadi bahwa khasiat lengkap sari Buah Merah Papua lebih dahulu diungkapkan oleh ilmuwan Asing yang bisa jadi amat berkepentingan terutama dalam upaya riset menemukan obat atau zat penangkal penyakit HIV-Aids.