Setahun yang Lalu

Halo kawan – kawan sekalian, sudah lama nich aku udah gak pernah ngurus blog lagi

Hiks hiks hiks….., banyak tugas di sana sini yang belum beres. Tapi sekarang so pasti udah beres donk. Begini para Bloger dan rekan yang lagi asik baca dan mungkin juga akan membayangkan bagaimana rasanya kali ya sebuah penindasan, dan juga sebuah pembelajaran kepada setiap orang.

Ststttttt…. Jangan bilang siapa-siapa ya hehehehehe….. kayak mau cari apa aja.

Oke gays! Sekarang kita akan mulai cerita ini (eh salah bukan cerita sech tapi sebuah fakta dan penulis pun telah merasakannya walau singkat namun sangat berkesan sekali)

Setahun yang lalu aku memulai karier ku dengan beberapa kawan-kawan asing yang barang tentu belum aku kenal, namun itulah sebuah kehidupan klo hidup langsung kenal khan gak asik ya, dengan seiringnya berjalannya waktu akupun memulai untuk berinteraksi dan mulai mengenal kawan-kawan seperjuanganku untuk saling mengutamakan apa yang namanya bekerja keras dan mengerti akan pentingnya waktu. Yah.. awal bekerja dengan sebuah perusahaan ternama di Indonesia sebut saja yang namanya ‘G” Perusahaan ini sangat berkesan sekali dan orang –orang yang di dalamnya padha asik semuanya mereka sangat senang sekali dalam berbagi ilmu dan juga memiliki kekeluargaan yang luar biasa banget makanya cocok sekali dan mungkin ini sebuah anugrah dari Tuhan yang di berikan padaku untuk bekerja di perusahaan ini ya.Sudah punya rekan kawan yang padha baik pa lagi di dukung dengan pembelajaran yang luar biasa ekstrim sich!

Hehehe “just kidding” nah disini kami memiliki pemimpin yang luar biasa bijaksana dan memiliki wibawa yang bagus banget ya disini kami sebut saja sebuah perusahaan yang memiliki daya akses yang mendunia ya….

Selama setahun yang lalu aku berkutat dengan yang namanya Komputer wahhhhhhhh…. Apa itu?… aku sendiri kurang paham tentang computer tapi tau sendiri mulai dari SMP,SMA hiks hiks hiks…. Dapet nilai computer alias TI paling bagus angka 6 cuman pas mau kelulusan aja sich pak guru kasi nilai 7 syukur dach jadi gak selama ikut pelajaran yang namanya TI dapet nilai 6 terus.Namun Dengan aku ikut bekerja di perusahaan ini mungkin ini sebuah jalan yang memang harus aku jalani ternyata sedikit mendalami computer itu asik juga ya malah bisa jadi teman yang kedua setelah pacar kita hehehehehe bagi yg udah punya pacar kali ya sorry untuk yang masih Joomblo ya!ok “di lanjutin”.Nah sebelumnya dari cerita ini sebelum aku ikut di perusahaan ini anak kawan dari ayah aku sebut saja si A beliau yang mengajak aku dan mungkin dari beliaulah yang memberikan jalan aku untuk ikut belajar disini.dan dari beliaulah mungkin aku bisa belajar banyak disini.Selama 3 bulan bekerja aku selalu di bimbing dengan yang aku sebut sebagai guru besar sebut saja si “H” dan si “I” beliau yang mengajarkan aku apa yang namanya itu Network beliau juga yang banyak membimbing aku bagaimana cara yang benar dalam marketing, serta juga banyak juga kawan yang ikut mensuport aku sebut saja si “AP”,”DN” mereka yang selalu menjadi kawan sekaligus rekan yang sering dan selalu membantu aku di kala aku kebingungan dalam belajar,yah yang namanya anak tak lepas dari kesalahan dan kebimbangan walau sudah lama di ajarin ya tetap aja “ra DOnk Donk” mungkin cukup sampai disini sejarah setahun yang lalu .

Sekarang agak menyimpang sedikit ya di kasi hmmm…. “9 bulan 10 hari yang lalu” wahh aku menemukan sebuah permasalah yang mungkin sangat signifikan buatku dan bisa membuat isi otak kepalaku di buatnya kalang kabut mau Kerja dimana ya

Hiks hiks hiks hiks….. ada persahabatan,ada keakraban,ada keselarasan,keseimbangan saling asih asuh,tak lupa ada pertengkaran juga.yang bisa memecah belah sebuah rotasi bumi yang seharusnya berjalan secara seimbang namun saling beradu untuk siapa yang akan menuju ke bulan atau akan menuju ke matahari mungkin juga ada yang ingin mencapai bintang,itulah dilemma kehidupan manusia dimana ada rintangan pasti disana ada sebuah celah untuk menerobos rintangan itu.hampir 2 minggu aku dirumah tak bisa berpikir hanya bisa merenung dan terdiam diri saja tak nafsu makan,tak bisa tidur banyak banget seperti orang yang lagi komplikasi.ternyata mungkin ada sebuah keajaiban yang membuat aku untuk di panggil lagi oleh sebuah perusahaan terbesar no satu di sentero jagad raya sebut saja yang namanya perusahaan “P” disini kita memiliki atasan yah bias di bilang klo saya mau ajak bicara saya pribadi kurang paham maklum lah bahasa inggris aja waktu sekolah dapet nilai 5 terus hehehehe.sebut saja beliau”PJ” beliau yang mengajal kami lagi untuk bekerja di perusahaan nya yang mungkin notabene jika orang yang berpendidikan harus di test dulu dan ternyata beliau langsung menerima kami.mungkin dari etos kerja kami yang bias di sebut setia dan taat padha atasan dan sekarang di Bantu oleh “PI”asikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

Mungkin itu ungkapan yang sampai hari ini aku ucapkan

Jalan menuju jalan TOL gak segitu doank tapi banyak jalan Makasih buat semuanya cukup itu aja dulu ya

Bingung aku mau cerita harus memulai untuk mengungkapkannya ke dalamnya ini.

Tapi mudah-mudahan dari ceritaku ini bias memberikan kesan positif kepada setiap orang

Marilah kita berpikir Positif kepada setiap orang tanpa memandang ras,suku,agama,warna kulit, apa lagi ya pokoknya banyak dach semoga semua berpikir Positif………………………..
“Maju Terus Pantang Mundur”
====Ayo Sekolah====

Tunggu Postingan Berikutnya… To Be Continue

Selamat Datang Di Blog Sekolah Karate Banyuwangi

Ossu ….

Salam Karateka
Dengan Sangat Bangga Kami Mempublikasikan Sekolah Karate Banyuwangi Ini Dengan harapan untuk memperkenalkan karate tradisional indonesia khusunya di daerah banyuwangi – Jawa Timur

untuk lebih lengkapnya klik disini

Jangan Lupa Untuk Berkunjung Kembali Ke Blog Kami .

FKTI Andalkan Dua Karateka

RADAR BANYUWANGI
Sabtu, 29 Mar 2008

Rabu, 23 Jan 2008
FKTI Andalkan Dua Karateka

BANYUWANGI-Pengurus Federasi Karatedo Tradisional Indonesia (FKTI) cabang Banyuwangi tak mau sekadar berpartisipasi dalam kejurnas karate yang dimulai 24 Januari mendatang. Buktinya, FKTI mengirimkan sepuluh atlet yang berpotensi meraih medali dalam even yang digelar di GOR Jayaraya, Ragunan, Jakarta itu. Namun, dari sepuluh atlet tersebut, hanya dua yang ditarget meraih medali.

Dua karateka tersebut adalah M Rifqi Sodaqta dan Tomy Wijaya. Target tersebut dibebankan ke pundak mereka berkat prestasinya selama menjalani seleksi ketat di sekolah karate Dojo Satria beberapa waktu lalu. Menurut ketua FKTI Joko Triadni Adi P, keduanya atlet yang terpilih ini benar-benar atlet yang memiliki talenta bagus.

Mengingat, kejuaraan yang digelar itu sebagai parameter evaluasi hasil dari pembinaan dan pembibitan karateka tradisional di daerah-daerah. “Dengan mengikuti kejuaraan ini, diharapkan keduanya bisa menimba ilmu sekaligus berprestasi,” katanya. Nomor yang akan diikuti Rifqi dan Tomy adalah fukugo perorangan, kata perorangan, serta kumite perorangan putra-putri. (lla/als)

Sejarah INKAI-FKTI

WACANA KELAHIRAN INKAI

KOMITE EKSEKUTIF PORKI – Pusat
SK Presidium PORKI No.1/Pres/SK/70
Tertanggal 13 February 1970

Tugas :

a). Memimpin PORKI sehari-hari secara keseluruhan

b). Menetapkan rencana kerja dan program kekaratean untuk setiap semester atau tahun.

c). Menyelenggarakan dan mengasuh AKADEMI KARATE INDONESIA

d). Bersama Korps Pelatih / Instruktur Karate Indonesia

e). Bersama dengan Majelis Sabuk Hitam mengadakan usaha-usaha untuk : mengembangkan ilmu dan teknik kekaratean, mengembangkan buku-buku pedoman kekaratean, mengembangkan dan menetapkan KODE KEHORMATAN KARATEKA (Code of Honour)

f). Menetapkan peraturan-peraturan Sistem, Prosedur, dan Metode penyelenggaraan Kehidupan Keorganisasian dan Kekaratean Indonesia.

g). Memimpin , membina, dan mengkoordinir Komisariat daerah (KOMDA-KOMDA)

Keputusan Presidium PORKI No.3/Pres/SK/70 tanggal 24 Mei 1970 : Komite Eksekutif bertugas menyelenggarakan Kongres PORKI Ke-3

KEPUTUSAN PIMPINAN KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA PUSAT
NOMOR : 03 TAHUN 1971

TENTANG

PENGAKUAN PORKI HASIL KONGRES TERTANGGAL 6 s/d 9 AGUSTUS 1970 DI JAKARTA SEBAGAI ANGGOTA SEMENTARA KONI PUSAT
Tertanggal : 25 Januari 1971

Dengan menimbang antara lain bahwa sehubungan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PORKI cukup mememuhi syarat serta termaktub di dalamnya suatu azas tujuan untuk menampung segenap aliran Karate, maka dianggap tiada suatu keberatan untuk tetap mengakui PORKI hasil Kongres tertanggal 6 s/d 9 Agustus 1970 di Jakarta sebagai satu-satunya Anggota Sementara KONI Pusat

Surat Keputusan itu memutuskan antara lain :

Pertama :

Mengakui PORKI hasil Kongres tertanggal 6 s/d 9 Agustus 1970 di Jakarta sebagai satu-satunya anggota sementara KONI Pusat.

Kedua :

Selama masa percobaan keanggotaan PORKI tersebut diwajibkan kepada PORKI untuk dapat menampung seluruh aliran Karate di Indonesia.

1970 Oktober :

PORKI hasil Kongres turut serta pada pembentukan WUKO dan Kejuaraan Dunia Pertama.

1971 15 April :

Pertemuan Majelis Sabuk Hitam PORKI di gedung KONI JAYA Jl. Ir. Juanda III Jakarta Pusat sepakat untuk mendirikan Institut Karate-do Indonesia yang semula tersebut di dalam tugas Komite Eksekutif PORKI bernama Akademi Karate Indonesia.

1971 Oktober :

INKAI –PORKI menjadi anggota tetap KONI Pusat

1972 April :

INKAI – PORKI mengikuti Kongres dan Pertandingan Kejuaraan Dunia WUKO-II di Paris, Perancis.

1972 Oktober :

Pembentukan FORKI dengan perubahan dari huruf P ke huruf F yaitu menjadi federasi wilayah olahraga Karate-do.

1975 Agustus :

INKAI – PORKI mengikuti Kongres IAKF Pertama Los Angeles, USA.


FKTI Induk Organisasi Cabang Olahraga Karate Tradisional

PON VII 1969 Surabaya
– Ekshibisi Karate ‘Tradisional’ oleh PORKI.

PORKI~ FORKI 1970 ~ 1975 Karate ‘Tradisional’
1970
– Komite Eksekutif PORKI Pusat dengan gagasan Akademi Karate Indonesia
1971
– Pembentukan INKAI – Standar Karate-Do.
– INKAI PORKI anggota tetap KONI Pusat.

FORKI 1973
PON VIII Jakarta, pertama kali dipertandingkan dengan peraturan Karate ‘Tradisional’.

FORKI 1975~1984
Karate ’Tradisional’ (IAKF) dan Karate ‘Umum’ (WUKO)
INKAI 1981 – Kejuaraan Asia Oceania ke II (IAKF~ITKF) di Jakarta.

FORKI 1984 ~ sekarang
Karate Umum hanya WUKO ~ WKF ex-WUKO

FKTI 1985 ~ sekarang
Pembentukan KNPB dan PKSI-Karate Standar (IAKF~ITKF)

IOC 1993
Karate Tradisional (KT) berbeda dan setara dengan Karate Umum (KU) WKF ex-IOC

KONI 1994

Surat ke ITKF, INKAI ikut peraturan ITKF

FKTI 2000
Perubahan dari PKSI menjadi FKTI dan Kejuaraan Dunia ITKF X Bologna, Italia

FKTI 2001
Kongres FKTI I di Semarang

FKTI 2002
– Januari Borobudur Camp, Magelang
– Kejuaraan Dunia ITKF XI Beograd,Yugoslavia

FKTI 2003
Januari Bimasakti Camp, Jakarta

FKTI 2004
– Januari Pekan KT dan Kejurnas FKTI I Jakarta
– Diakui Pemerintah, Dirjen Olahraga, 26/3/2004
– Kejuaraan Dunia ITKF XII Davos, Switzerland

FKTI 2005
– Januari Batam Camp 2005.
– Kongres II FKTI, Borobudur Camp II Mid-Year

FKTI 2006
– Jakarta, January Mastercamp, Pedoman Pembinaan Tehnik Karate Tradisional, Gashuku & Ujian Nasional 28 Agustus –
– 01 September, Kejurnas FKTI 2 s/d 3 September.

FKTI 2007
– Majelis Karate Tradisional 24 – 27 January 2007

Image

Kejuaraan Dunia ITKF XIII, Saskatoon, Canada – 2 s/d 7 October 2006

Image

Seri Buku Karate Tradisional

Adalah rujukan-standar cabang olahraga beladiri Karate-do Tradisional

FORKI 1970 – 1975 Karate Tradisional (T)
FORKI 1975 – 1984 Gabungan Karate Tradisional dan Karate Umum (KT)
FORKI 1984 – Sekarang, Karate Umum (K)
FKTI (ex-PKSI) 1985-Sekarang, Karate Tradisional (T)

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memulihkan hak hidup cabang olahraga Karate Tradisional.
Ada tiga gelombang besar dalam penegakkan cabang olahraga Karate Tradisional

1. Tahun 1970 dengan puncak Komite Eksekutif PORKI Pusat :

a). 1969 Demo pada PON VII Surabaya – Karate Tradisional
b). 1970 Kongres PORKI ke-III
c). 1970 Kejuaraan Dunia WUKO I Tokyo, Jepang.
d). 1971 INKAI-PORKI anggota tetap KONI Pusat.
e). 1972 INKAI-PORKI mengikuti WUKO II, Paris.
f). 1972 Pembentukan FORKI.
g). 1973 PON VIII, Jakarta diikuti FORKI Karate Tradisional
h). 1975 INKAI-FORKI mengikuti Kongres IAKF, Los Angeles, sedangkan FORKI sendiri mengikuti Kongres WUKO ke-III di Long Beach, USA. Mengarah ke Karate Tradsional dan Karate Umum.

2. Tahun 1985 dengan puncak KNPB (Komite Nasional Piala Bimasakti) dan PKSI

a). 1984 Kongres FORKI Lampung
– FORKI hanya menjadi anggota WUKO (tidak lagi IAKF) – Karate Umum saja.
– FORKI berubah menjadi Federasi aliran/ perguruan.
b). 1985 Kejuaraan Karate Olimpik Piala (KOP) Bimasakti
c). 1987 Pekan Karate Standar INKAI – PKSI

3. Tahun 2000 dengan puncak perubahan nama PKSI menjadi FKTI dan Kejuaraan Dunia ITKF X Bologna, Italia.
a). PKSI berubah menjadi FKTI dan Kejuaraan Dunia ITKF ke X
b). 2001 Kongres FKTI I Semarang, Jawa Tengah.
c). 2002 January Camp – Borobudur Camp & Kejuaraan Dunia ke- XI Belgrade, Yugoslavia
d). 2003 January Camp – Bimasakti Camp
e). 2004 January Camp – Pekan Karate Tradisional & Kejuaraan Dunia ITKF ke-XII Davos, Swiss.

Diharapkan induk organisasi cabang olahraga Karate Tradisional yang berbeda dan setara dengan cabang olahraga lainnya sebagai anggota KONI dapat terwujud p
ada tahun 2004. Karate-do Tradisional telah memiliki sebuah badan hukum yaitu Yayasan INKAI selaku Pemegang Hak Cipta atas Seni Logo INKAI yang menjamin satu kesatuan standar cabang olahraga Karate-do Tradisional (Lembaga Standarisasi Karate-do Tradisional), dengan berpedoman pada seri buku Karate-do Tradisional sebagai rujukan standar cabang olahraga beladiri Karate-do Tradisional.

SUSUNAN BADAN ORGANISASI, KEPENGURUSAN DAN KEANGGOTAAN FKTI

POKOK-POKOK PEMIKIRAN

FKTI : menaungi olahraga Karate Tradisional, menyalurkan aspirasi olahragawan Karate Tradisional dalam daerah satuan Olympiade (NOC-National Olympic Committee) atau di Indonesia disebut KOI (Komite Olimpiade Indonesia) meliputi wilayah yang sama dengan wilayah Negara Republik Indonesia.

Badan Organisasi :
FKTI
KORNAS
KORDA
KORCA

Susunan Kekuasaan:
Kongres FKTI
Pengurus KORNAS — — —> Pengurus Besar (PB) FKTI
Pengurus KORDA — — —> Pengurus Daerah (Pengda) FKTI
Pengurus KORCA — — —> Pengurus Cabang (Pengcab) FKTI

Keanggotaan :

Anggota FKTI terdiri dari :
1. KORNAS, KORDA dan KORCA.
2. Perorangan sebagai anggota pengurus, pelatih, wasit juri, dan atlet yang terdaftar pada KORNAS, KORDA dan KORCA.

Kongres FKTI :
1. Meliputi seluruh Indonesia.
2. Kegiatan pada waktu kongres saja.
3. Memegang kekuasaan tertinggi dalam FKTI
4. Peserta kongres adalah dari utusan KORNAS dan utusan KORDA/ KORCA yang jumlah masing-masing disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan.

KORNAS FKTI :
1. Meliputi seluruh Indonesia.
2. Kegiatan terus menerus.
3. Terdiri dari : Pengurus Besar FKTI, Anggota perseorangan: Pelatih Nasional, Wasit juri Nasional, dan atlit Nasional dan anggota terpilih dari Kongres FKTI.

KORDA FKTI :
1. Meliputi wilayah propinsi atau setingkat.
2. Kegiatan terus menerus.
3. Terdiri dari Pengurus KORDA FKTI, seluruh Pengurus KORCA-KORCA di daerah tersebut, dan Anggota Perseorangan: Pelatih daerah, Wasit juri daerah, Penguji daerah dan atlit daerah.
4. Dalam Pembentukannya harus berdasarkan dari Rapat Umum Anggota yang dihadiri oleh Anggota-anggota Perseorangan (Pelatih-Pelatih daerah dan cabang, Wasit Juri daerah, Penguji daerah dan atlit-atlit daerah) dan seluruh Pengurus KORCA-KORCA di daerah terkait.

KORCA FKTI :
1. Meliputi wilayah kabupaten atau setingkat.
2. Terdiri dari pengurus KORCA, dan Anggota Perseorangan: Pelatih Cabang, Wasit Juri Cabang, Penguji Cabang dan atlit Cabang.
3. Dalam Pembentukannya harus berdasarkan dari Rapat Umum Anggota yang terdiri dari Anggota-anggota Perseorangan (Pelatih-Pelatih cabang dan klub, Wasit Juri cabang, Penguji cabang dan atlit-atlit cabang)

Unit / Dojo/ Klub : Dapat di bina oleh KORNAS, KORDA, atau KORCA, akan tetapi harus terdaftar pada KORCA setempat

Karate Tradisional adalah wujud dari suatu kesatuan Cabang Olahraga yang baku yaitu Cabang Olahraga Beladiri Karate Tradisional.

Pengelola Tunggal tingkat Nasional adalah Organisasi Olahraga Beladiri FKTI dengan Lembaga Penelitian dan Standarisasi

Karate Tradisional Indonesia yakni Yayasan INKAI Karate-do Tradisional.

Sistem latihan, sistem pertandingan, dan sistem penilaian tingkat prestasi merupakan satu kesatuan berdasarkan materi Kihon, Kumite dan Kata yang berhakekat Kime.

Saling menghormati perbedaan antara Sistem Cabang Olahraga dan Sistem Perguruan agar bisa saling mengisi.

FKTI tidak terdiri dari perguruan/aliran tetapi menghormati perguruan/aliran sebagai partner dalam pengembangan Karate Tradisional.

Penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dilaksanakan pada Kongres melalui Tim Perumus. Usul-usul Penyesuaian ataupun perubahan antara lain sebagai berikut :

1. Badan Pengawas Keuangan (BPK) akan menjadi Badan Perencanaan & Pengendalian Anggaran (BPPA),
2. Pengertian Lambang pada Anggaran Rumah Tangga (ART),
3. Dewan Ahli atau Dewan Pakar atau Dewan Penuntun/Tutor,
4. Dewan Penilai menjadi Dewan Penguji/ Penilai,
5. Masyarakat Sabuk Hitam (MSH) Karate Tradisional dan Kartu Anggota,
6. Munas FKTI,
7. Iuran, uang ujian, sertifikasi dll,
8. Peserta Pertandingan Karate Tradisional hanya bagi pemegang ijazah Karate Tradisional atau melalui Dewan Penilai (Eligibility).

Ayo Sekolah

sekarang Saatnya Indonesia Bangkit dari Tidurnya Yang telah lama
Ayo raih prestasi setinggi mungkin dengan semangat yang tetap membara

indonesia adalah negara yang memiliki calon-calon orang yang dapat mendobrak dunia
maka semangat terus dan terus maju untuk mencapai pendidikan kita sejak dini
ayo “SEMANGAT”
” Ayooooooooooo Sekolahhhhhhhhhhhhhhhhhh “

FUNGSI ALGORITMA

Apakah fungsi itu?

Fungsi adalah modul program yang memberikan/mengembalikan (return) sebuah nilai dari tipe tertentu. Fungsi diakses dengan memanggil namanya, nama fungsi harus unik.Fungsi dapat mengandung daftar parameter formal.Parameter pada fungsi selalu merupakan parameter masukan.Jenis parameter masukan pada fungsi merupakan masukan yang digunakan oleh fungsi tersebut untuk menghasilkan nilai.

Struktur fungsi sama dengan struktur algoritma

– bagian header yang berisi nama fungsi dan spesifikasi fungsi,

– bagian deklarasi

– badan fungsi

Notasi algoritma untuk mendefinisikan fungsi adalah:

function NamaFungsi(input daftar parameter formal)—–> tipe hasil

{ spesifikasi fungsi, menjelaskan apa yang dilakukan dan yang dikembalikan fungsi }

Deklarasi

{ semua nama yang dipakai dialam algoritma fungsi dideklarasikan disini.Nama yang didefinisikan di dalam deklarasi lokal hanya dikenal dan dipakai di dalam fungsi ini saja }

Deskripsi:

{ badan fungsi, berisi instruksi-instruksi untuk menghasilkan nilai yang akan dikembalikan oleh fungsi }

return hasil ( pengembalian nilai yang dihasilkan fungsi }

LARIK

Apakah Larik?

Larik adalah struktur data yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama. setpa elemen diakses langsung melalui indeksnya.

Mendefinisikan Larik

Larik adalah struktur data yang statik, artinya, jumlah elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dijalankan. Mendefinisikan banyaknya elemen larik berarti memesan sejumlah tempat di memori.

Contoh deklarasi larik:

Deklarasi

L : array[1..50] of integer

nama : array[‘a’..’j’] of string

sementara cukup segitu dulu ya
capek nich posting materi di buku tinggal contek aja sich
tapi capek ngetiknya
hiks hiks hiks
mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman semua
mohon share ya jika ada yang masih kurang benar
trim’s

PENGULANGAN ALGORITMA

Salah satu kelebihan komputer dibandingkan manusia adalah kemampuannya untuk melaksanakan suatu instruksi berulangkali tanpa mengenal lelah dan bosan.Pengulangan prose atau kalang(repetition atau loop) dapat dilakukan ejumlah kali atau sampai suatu kondisi tercapai.

Struktur Pengulangan

Secara umum terdiri atas 2 bagian:

1. Kondisi pengulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan.Kondisi ini ada yang secara eksplisit oleh pemrogram atau dikelola seniri oleh komputer (implisit).

2. Badan pengulangan, yaitu bagian algoritma yang diulang.

Struktur pengulangan biasanya disertai dengan bagian:

1. Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali.

2. Terminasi, yaitu aksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan.

Inisialisasi dan terminasi tidak selalu harus ada(optional), namun pada berbagai kasus inisialisasi umumnya diperlukan.

Struktur pengulangan secara umum :

awal pengulangan

badan pengulangan

akhir pengulangan

Di dalam algoritma terdapat beberapa macam struktur pengulangan yang berbeda.Beberapa struktur dapat dipakai untuk masalah yang sama,namun ada notasi pengulangan yang hanya cocok untuk masalah tertentu saja.Pemilihan struktur pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.Banyak sekali notasi struktur pengulangan, seperti :

1.Struktur For

Struktur For dipakai untuk menghasilkan pengulangan sebanyak n kali yang sudah dispesifikasikan.Jumlah pengulangan diketahui atau dapat dipastikan sebelum eksekusi program.Bentuk umumnya ada 2 macam

a.Menaik (ascending)

for pencacah <————- nilai_awal to nilai_akhir do

aksi

endfor

b.Menurun(descending)

for pencacah <————-nilai_akhir downto nilai_awal do

aksi

endfor

2. Struktur While

Bentuk umum struktur While adalah :

while kondisi do

aksi

endwhile

Aksi (runtunan aksi) akan dilaksanakan berulangkali selama konii bernilai true.Jika kondisi bernilai false maka pengulangan akan selesai.Agar kondisi yang mula-mula bernilai true menjadi bernilai false maka harus ada suatu nilai pengubah kondisi.

3. Struktur Repeat

Bentuk umum struktur Repeat adalah :

repeat

aksi

until kondisi

Pengulangan ini mendasarkan pada kondisi boolean.Aksi didalam badan kalang diulang sampai konisi boolean bernilai true.Jika masih false maka pengulangan akan terus berlangsung untuk itu diperlukan atau aksi yang mengubah nilai pengubah kondisi. Struktur repeat memiliki makna yang sama dengan while, dan dalam beberapa masalah kedua struktur tersebut komplemen satu sama lain.

Yang harus diperhatikan adalah bahwa pengulangan harus berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menunjukan algoritma yang salah.

Aturan Penulisan Algoritma

Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.Deskripsi tersebut dapat ditulis alam bentuk notasi apapun , asalkan mudah dibaca dan dimengerti. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma. Tiap orang dapat membuat aturan penulisan dan algoritma sendiri.Namun, agar notasi algoritma dapat dengan mudah ditranslasi ke alam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi algoritma itu berkoresponden dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.

Contoh perintah :Tulis nilai x dan y

Dalam notasi algoritma menjadi : write (x,y)

Dalam Bahasa Turbo C ditulis : printf(“%d %d”,x,y);

Tipe, Nama, dan Nilai

Tipe

Pada umumnya program komputer bekerja dengan memanipulasi objek (data) di dalam memori. Objek yang akan diprogram bermacam-macam tipenya, misalnya tipe numerik,karakter,string, dan record(rekaman).

Tipe data dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu: tipe dasar dan tipe bentukan. Tipe dasar adalah tipe yang langsung dapat dipakai, sedangkan tipe bentukan dibentuk dari tipe dasar atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan.

Suatu tipe diacu dari namanya.Nilai-nilai yang dicakup oleh tipe tersebut dinyatakan didalam ranah (domain)nilai. Operasi-operasi (beserta operator) yang dapat dilakukan terhadap tipe tersebut juga didefinisikan. Dengan kata lain suatu tipe dinyatakan dengan namanya,ranah nilai yang dikandungnya,cara menuliskan konstantanya, dan operasi yang dapat dilakukan padanya.

Tipe Dasar

Dalam bahasa pemrograman yang termasuk tipe dasar adalah :

1. bilangan logika

2. bilangan bulat

3. karakter atau string

4. bilangan riil

Tipe Bentukan

Tipe bentukan adalah tipe yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram (user define). Tipe bentukan disusun oleh satu atau lebih tipe dasar. Ada dua macam tipe bentukan yaitu:

1.Tipe dasar yang diberi nama dengan nama tipe baru contoh : tipe BilanganBulat : integer

Variabel BilanganBulat adalah tipe bilangan bulat yang sama saja dengan tipe integer. Misalkan kita mempunyai sebuah variabel yang bernama X dan bertipe BilanganBulat, maka artinya variabel X tersebut juga bertipe integer.

2.Rekaman (rekord).

Rekaman disusun oleh satu atau lebih field.Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah dideinisikan sebellumnya.Nama record itentukan oleh pemrogram. Karena stukturnya yang diusun atas field-field, maka rekaman inamakan juga tipe terstruktur(stuctured type).

Nama

Setiap objek dialam mempunyai nama.Nama diberikan agar objek tersebut mudah diidentifikasi, diacu, dan dibedakan dari objek lainya.Di dalam algoritma nama dipakai sebagai pengidentifikasi “sesuatu” dan pemrogram mengacu “sesuatu” itu melalui namanya. Karena itu tiap nama haruslah unik, tidak boleh ada dua buah nama yang sama.

Di dalam algoritma “sesuatu” yang diberi nama dapat berupa :

1.Variabel

2.Konstanta

3.Tipe Bentukan

4.Nama Fungsi

5.Nama Prosedur

Suatu hal yang penting untuk diperhatikan adalah, nama sebaiknya interpretatif, yaitu mencerminkan nilai intrinsik atau fungsi yang dikandungnya.Pemrogram sangat dianjurkan untuk memberikan penjelasan terhadap nama yang didefinisikan.

Semua nama yang digunakan dalam algoritma harus didefinisikan atau dideklarasikan dibagian deklarasi .Bagian deklarasi dipakai sebagai tempat mengacu suatu kata untuk diketahui makna atau terjemahannya.Tempat untuk menjelaskan nama dan tipe dari nama tersebut.

Nilai

Nilai adalah besaran dari tipe data yang sudah didefinisikan.Nilai dapat berupa isi yang disimpan oleh nama variabel atau nama konstanta,nilai dari hasil perhitungan, atau nilai yang dikirim oleh fungsi.Algoritma pada hakikatnya adalah memanipulasi nilai yang disimpan didalam elemen memori. Nilai yang dikandung oleh variabel dimanipulasi antara lain dengan cara : mengisikannya ke variabel lain yang bertipe sama, dipakai untuk perhitungan, atau dituliskan ke piranti keluaran.

Contoh algorima : mencetak stirng “Halo, apa kabar?” ke piranti keluaran.

Versi 1. String “Halo, apa kabar?” langsung dicetak tanpa menggunakan variabel.

Algoritma :

Deklarasi

(tidak ada)

Deskripsi

write (“Halo,apa kabar?”)

Versi 2.String “Halo,apa kabar?” disimpan di dalam sebuah variabel bertipe string.

Algoritma :

Deklarasi

ucapan : string

Deskripsi

ucapan <—— ‘Halo,apa kabar?’

write (ucapan)

Versi 3.String “Halo,apa kabar?” disimpan sebagai konstanta

Algoritma:

Deklarasi

const ucapan = ‘Halo,apa kabar?’

Deskripsi

write (ucapan)

Keluaran yang dihasilkan oleh algoritma versi 1, 2, dan 3 adalah :

Halo, apa kabar?

URUTAN / RUNTUNAN

Algoritma merupakan runtunan(sequence) satu atau lebih instruksi,yang berarti bahwa :

1. Tiap instruksi dikerjakan satu persatu.

2. Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada instruksi yang diulang.

3. Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan instruksi yang tertulis di algoritma.

4. Akhir instruksi merupakan akhir dari algoritma.

Urutan instruksi didalam algoritma sangat penting.Urutan instruksi menunjukan urutan logika penyelesaian masalah.

Pengantar Otodidak Algoritma

Semua sepakat bahwa komputer merupakan alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Agar komputer dapat menyelesaikan masalah maka perlu dirumuskan terlebih dahulu langkah-langkah dalam suatu rangkaian instruksi. Sekumpulan instruksi yang merupakan penyelesaian masalah dinamakan “Program”.

Agar komputer dapat menjalankan program, maka harus ditulis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer. Karena komputer adalah sebuah mesin maka program harus ditulis dalam bahasa yang khusus dibuat untuk berkomunikasi dengan komputer. Bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program dinamakan bahasa pemrograman. Salah satu contoh bahasa pemrograman adalah Bahasa C.

Dalam menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membuat desain (rancangan). Desain menyajikan cara berfikir pemrogram dalam menyelesaikan masalah. Desain ini berisi urutan langkah-langkah pencapaian solusi yang ditulis dalam notasi-notasi deskriptif. Urutan langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan masalah dinamakan ALGORITMA.

ALGORITMA : urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.

Algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah .

Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari-hari :
Proses Algoritma Langkah dalam Algoritma
Membuat Kue Resep Kue ambil 3buah telur, ambil kuning telur dan kocok
Membuat baju Pola Baju Potong kain sesuai pola
Isi Voucher HP Panduan tekan nomor 555

Notasi Algoritma

Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman,sehingga siapapun dapat membuat notasi algoritma yang berbeda.Hal yang penting mengenai notasi tersebut adalah mudah dibaca dan dimengerti.Meskipun notasi algoritma bukan notasi baku namun kepatuhan terhadap notasi perlu diperhatikan untuk menghindari kekeliruan.

Beberapa notasi dalam penulisan algoritma :

1.Notasi I : menyatakan langkah-langkah algoritma dengan untaian kalimat deskriptif.

Dengan notasi bergaya kalimat deskriptif, deskripsi setiap langkah dapat dijelaskan dengan bahasa yang gamblang.Misalnya, proses diawali dengan kata kerja seperti ‘baca’, ‘hitung’ , ‘ganti’ dan sebagainya.Sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan ‘jika….’ , ‘maka….’.

Notasi ini bagus untuk algoritma yang pendek ,namun untuk masalah yang besar notasi ini tidak mungkin dipakai.Selain itu,konversi dari notasi algoritma ke bahasa pemrograman cendrung relatif sukar.

2.Notasi II: menggunakan diagram alir(flow-chart).

Diagram alir populer pada awal-awal era pemrograman dengan komputer.Diagram alir lebih menggambarkan aliran instruksi didalam program secara visual ketimbang memperlihatkan struktur program.Notasi algoritma ini juga cocok untuk masalah kecil, tidak cocok untuk masalah besar karena akan memerlukan berlembar halaman kertas untuk menggambarkan aliran proses program.

3. Notasi III: menggunakan pseudo-code

Pseudocode (pseudo artinya semu atau tidak sebenarnya) adalah notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti bahasa C.Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa bahasa pemrograman umumnya mempunyai notasi yang hampir mirip untuk beberapa instruksi, seperti notasi if-then-else, while-do,repeat-until,read, write dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan tersebut, maka didefinisikan bahwa notasi algoritma yang dapat menjelaskan perintahnya dengan bahasa yang jelas tanpa membingungkan pembaca bisa disebut dengan notasi algoritma menggunakan pseudo-code. Tidak seperti bahasa program yang direpotkan dengan tanda titik koma dan sebagainya, kata-kata khusus,indeks,format, dan lainnya, maka dengan pseudo-code ini akan lebih memudahkan dan menguntungkan. Keuntungan penggunaan notasi pseudo-code ini adalah kemudahan mengkonversinya kebahasa pemrograman, karena terdapat korespondensi antara setiap pseudo-code dengan notasi bahasa program.Korespondensi ini dapat diwujudkan dengan tabel translasi dari notasi algoritma ke notasi bahasa program