PENGULANGAN ALGORITMA

Salah satu kelebihan komputer dibandingkan manusia adalah kemampuannya untuk melaksanakan suatu instruksi berulangkali tanpa mengenal lelah dan bosan.Pengulangan prose atau kalang(repetition atau loop) dapat dilakukan ejumlah kali atau sampai suatu kondisi tercapai.

Struktur Pengulangan

Secara umum terdiri atas 2 bagian:

1. Kondisi pengulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan.Kondisi ini ada yang secara eksplisit oleh pemrogram atau dikelola seniri oleh komputer (implisit).

2. Badan pengulangan, yaitu bagian algoritma yang diulang.

Struktur pengulangan biasanya disertai dengan bagian:

1. Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali.

2. Terminasi, yaitu aksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan.

Inisialisasi dan terminasi tidak selalu harus ada(optional), namun pada berbagai kasus inisialisasi umumnya diperlukan.

Struktur pengulangan secara umum :

awal pengulangan

badan pengulangan

akhir pengulangan

Di dalam algoritma terdapat beberapa macam struktur pengulangan yang berbeda.Beberapa struktur dapat dipakai untuk masalah yang sama,namun ada notasi pengulangan yang hanya cocok untuk masalah tertentu saja.Pemilihan struktur pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.Banyak sekali notasi struktur pengulangan, seperti :

1.Struktur For

Struktur For dipakai untuk menghasilkan pengulangan sebanyak n kali yang sudah dispesifikasikan.Jumlah pengulangan diketahui atau dapat dipastikan sebelum eksekusi program.Bentuk umumnya ada 2 macam

a.Menaik (ascending)

for pencacah <————- nilai_awal to nilai_akhir do

aksi

endfor

b.Menurun(descending)

for pencacah <————-nilai_akhir downto nilai_awal do

aksi

endfor

2. Struktur While

Bentuk umum struktur While adalah :

while kondisi do

aksi

endwhile

Aksi (runtunan aksi) akan dilaksanakan berulangkali selama konii bernilai true.Jika kondisi bernilai false maka pengulangan akan selesai.Agar kondisi yang mula-mula bernilai true menjadi bernilai false maka harus ada suatu nilai pengubah kondisi.

3. Struktur Repeat

Bentuk umum struktur Repeat adalah :

repeat

aksi

until kondisi

Pengulangan ini mendasarkan pada kondisi boolean.Aksi didalam badan kalang diulang sampai konisi boolean bernilai true.Jika masih false maka pengulangan akan terus berlangsung untuk itu diperlukan atau aksi yang mengubah nilai pengubah kondisi. Struktur repeat memiliki makna yang sama dengan while, dan dalam beberapa masalah kedua struktur tersebut komplemen satu sama lain.

Yang harus diperhatikan adalah bahwa pengulangan harus berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menunjukan algoritma yang salah.

Aturan Penulisan Algoritma

Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.Deskripsi tersebut dapat ditulis alam bentuk notasi apapun , asalkan mudah dibaca dan dimengerti. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma. Tiap orang dapat membuat aturan penulisan dan algoritma sendiri.Namun, agar notasi algoritma dapat dengan mudah ditranslasi ke alam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi algoritma itu berkoresponden dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.

Contoh perintah :Tulis nilai x dan y

Dalam notasi algoritma menjadi : write (x,y)

Dalam Bahasa Turbo C ditulis : printf(“%d %d”,x,y);

Tipe, Nama, dan Nilai

Tipe

Pada umumnya program komputer bekerja dengan memanipulasi objek (data) di dalam memori. Objek yang akan diprogram bermacam-macam tipenya, misalnya tipe numerik,karakter,string, dan record(rekaman).

Tipe data dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu: tipe dasar dan tipe bentukan. Tipe dasar adalah tipe yang langsung dapat dipakai, sedangkan tipe bentukan dibentuk dari tipe dasar atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan.

Suatu tipe diacu dari namanya.Nilai-nilai yang dicakup oleh tipe tersebut dinyatakan didalam ranah (domain)nilai. Operasi-operasi (beserta operator) yang dapat dilakukan terhadap tipe tersebut juga didefinisikan. Dengan kata lain suatu tipe dinyatakan dengan namanya,ranah nilai yang dikandungnya,cara menuliskan konstantanya, dan operasi yang dapat dilakukan padanya.

Tipe Dasar

Dalam bahasa pemrograman yang termasuk tipe dasar adalah :

1. bilangan logika

2. bilangan bulat

3. karakter atau string

4. bilangan riil

Tipe Bentukan

Tipe bentukan adalah tipe yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram (user define). Tipe bentukan disusun oleh satu atau lebih tipe dasar. Ada dua macam tipe bentukan yaitu:

1.Tipe dasar yang diberi nama dengan nama tipe baru contoh : tipe BilanganBulat : integer

Variabel BilanganBulat adalah tipe bilangan bulat yang sama saja dengan tipe integer. Misalkan kita mempunyai sebuah variabel yang bernama X dan bertipe BilanganBulat, maka artinya variabel X tersebut juga bertipe integer.

2.Rekaman (rekord).

Rekaman disusun oleh satu atau lebih field.Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah dideinisikan sebellumnya.Nama record itentukan oleh pemrogram. Karena stukturnya yang diusun atas field-field, maka rekaman inamakan juga tipe terstruktur(stuctured type).

Nama

Setiap objek dialam mempunyai nama.Nama diberikan agar objek tersebut mudah diidentifikasi, diacu, dan dibedakan dari objek lainya.Di dalam algoritma nama dipakai sebagai pengidentifikasi “sesuatu” dan pemrogram mengacu “sesuatu” itu melalui namanya. Karena itu tiap nama haruslah unik, tidak boleh ada dua buah nama yang sama.

Di dalam algoritma “sesuatu” yang diberi nama dapat berupa :

1.Variabel

2.Konstanta

3.Tipe Bentukan

4.Nama Fungsi

5.Nama Prosedur

Suatu hal yang penting untuk diperhatikan adalah, nama sebaiknya interpretatif, yaitu mencerminkan nilai intrinsik atau fungsi yang dikandungnya.Pemrogram sangat dianjurkan untuk memberikan penjelasan terhadap nama yang didefinisikan.

Semua nama yang digunakan dalam algoritma harus didefinisikan atau dideklarasikan dibagian deklarasi .Bagian deklarasi dipakai sebagai tempat mengacu suatu kata untuk diketahui makna atau terjemahannya.Tempat untuk menjelaskan nama dan tipe dari nama tersebut.

Nilai

Nilai adalah besaran dari tipe data yang sudah didefinisikan.Nilai dapat berupa isi yang disimpan oleh nama variabel atau nama konstanta,nilai dari hasil perhitungan, atau nilai yang dikirim oleh fungsi.Algoritma pada hakikatnya adalah memanipulasi nilai yang disimpan didalam elemen memori. Nilai yang dikandung oleh variabel dimanipulasi antara lain dengan cara : mengisikannya ke variabel lain yang bertipe sama, dipakai untuk perhitungan, atau dituliskan ke piranti keluaran.

Contoh algorima : mencetak stirng “Halo, apa kabar?” ke piranti keluaran.

Versi 1. String “Halo, apa kabar?” langsung dicetak tanpa menggunakan variabel.

Algoritma :

Deklarasi

(tidak ada)

Deskripsi

write (“Halo,apa kabar?”)

Versi 2.String “Halo,apa kabar?” disimpan di dalam sebuah variabel bertipe string.

Algoritma :

Deklarasi

ucapan : string

Deskripsi

ucapan <—— ‘Halo,apa kabar?’

write (ucapan)

Versi 3.String “Halo,apa kabar?” disimpan sebagai konstanta

Algoritma:

Deklarasi

const ucapan = ‘Halo,apa kabar?’

Deskripsi

write (ucapan)

Keluaran yang dihasilkan oleh algoritma versi 1, 2, dan 3 adalah :

Halo, apa kabar?

URUTAN / RUNTUNAN

Algoritma merupakan runtunan(sequence) satu atau lebih instruksi,yang berarti bahwa :

1. Tiap instruksi dikerjakan satu persatu.

2. Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada instruksi yang diulang.

3. Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan instruksi yang tertulis di algoritma.

4. Akhir instruksi merupakan akhir dari algoritma.

Urutan instruksi didalam algoritma sangat penting.Urutan instruksi menunjukan urutan logika penyelesaian masalah.

Pengantar Otodidak Algoritma

Semua sepakat bahwa komputer merupakan alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Agar komputer dapat menyelesaikan masalah maka perlu dirumuskan terlebih dahulu langkah-langkah dalam suatu rangkaian instruksi. Sekumpulan instruksi yang merupakan penyelesaian masalah dinamakan “Program”.

Agar komputer dapat menjalankan program, maka harus ditulis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer. Karena komputer adalah sebuah mesin maka program harus ditulis dalam bahasa yang khusus dibuat untuk berkomunikasi dengan komputer. Bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program dinamakan bahasa pemrograman. Salah satu contoh bahasa pemrograman adalah Bahasa C.

Dalam menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membuat desain (rancangan). Desain menyajikan cara berfikir pemrogram dalam menyelesaikan masalah. Desain ini berisi urutan langkah-langkah pencapaian solusi yang ditulis dalam notasi-notasi deskriptif. Urutan langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan masalah dinamakan ALGORITMA.

ALGORITMA : urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.

Algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah .

Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari-hari :
Proses Algoritma Langkah dalam Algoritma
Membuat Kue Resep Kue ambil 3buah telur, ambil kuning telur dan kocok
Membuat baju Pola Baju Potong kain sesuai pola
Isi Voucher HP Panduan tekan nomor 555

Notasi Algoritma

Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman,sehingga siapapun dapat membuat notasi algoritma yang berbeda.Hal yang penting mengenai notasi tersebut adalah mudah dibaca dan dimengerti.Meskipun notasi algoritma bukan notasi baku namun kepatuhan terhadap notasi perlu diperhatikan untuk menghindari kekeliruan.

Beberapa notasi dalam penulisan algoritma :

1.Notasi I : menyatakan langkah-langkah algoritma dengan untaian kalimat deskriptif.

Dengan notasi bergaya kalimat deskriptif, deskripsi setiap langkah dapat dijelaskan dengan bahasa yang gamblang.Misalnya, proses diawali dengan kata kerja seperti ‘baca’, ‘hitung’ , ‘ganti’ dan sebagainya.Sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan ‘jika….’ , ‘maka….’.

Notasi ini bagus untuk algoritma yang pendek ,namun untuk masalah yang besar notasi ini tidak mungkin dipakai.Selain itu,konversi dari notasi algoritma ke bahasa pemrograman cendrung relatif sukar.

2.Notasi II: menggunakan diagram alir(flow-chart).

Diagram alir populer pada awal-awal era pemrograman dengan komputer.Diagram alir lebih menggambarkan aliran instruksi didalam program secara visual ketimbang memperlihatkan struktur program.Notasi algoritma ini juga cocok untuk masalah kecil, tidak cocok untuk masalah besar karena akan memerlukan berlembar halaman kertas untuk menggambarkan aliran proses program.

3. Notasi III: menggunakan pseudo-code

Pseudocode (pseudo artinya semu atau tidak sebenarnya) adalah notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti bahasa C.Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa bahasa pemrograman umumnya mempunyai notasi yang hampir mirip untuk beberapa instruksi, seperti notasi if-then-else, while-do,repeat-until,read, write dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan tersebut, maka didefinisikan bahwa notasi algoritma yang dapat menjelaskan perintahnya dengan bahasa yang jelas tanpa membingungkan pembaca bisa disebut dengan notasi algoritma menggunakan pseudo-code. Tidak seperti bahasa program yang direpotkan dengan tanda titik koma dan sebagainya, kata-kata khusus,indeks,format, dan lainnya, maka dengan pseudo-code ini akan lebih memudahkan dan menguntungkan. Keuntungan penggunaan notasi pseudo-code ini adalah kemudahan mengkonversinya kebahasa pemrograman, karena terdapat korespondensi antara setiap pseudo-code dengan notasi bahasa program.Korespondensi ini dapat diwujudkan dengan tabel translasi dari notasi algoritma ke notasi bahasa program

Ubud Writers and Readers Festival

As the world flits by faster than bumblebee wings, the written word present within the pages of a book is something tangible. Words we can touch and share with loved ones as a gift. “A book must be the axe for the frozen sea inside us,” wrote Kafka. The best of books open a world unknown to us while still tapping into our deepest fears and desires. The best of authors speaks to our hearts, makes us feel understood, less alone and opens another door to ourselves that we did not know before.

It is writers such as these that the Ubud Writers and Readers Festival bring into our fold this year featuring critically acclaimed local authors whose works have affected and touched the nation. One that left an impression on me is Saur Marlina Manurung, or Butet as she is fondly called.

Reading our newspapers, our emails, our novels, we take for granted the fact we are literate and that education was available and at hand. We forget that many Indonesians do not share the same fate. In her novel, Sokola Rimba, Butet carries her personal struggle to provide every forest dwelling child in Jambi with the ability to read with her alternative education method of teaching through play.

The novel offers a slice of her life, depicting the challenges she faced as a teacher and the culture of the Kubu (Rimba) tribe of the Bukit Dua Belas region of Jambi. A tribe often negatively stereotyped as uncivilized, primitive, and ignorant. Penned with a straightforwardness and utter lack of sentimentalism, it provides powerful voice and a fresh perspective for the reader. A glimpse into undiscovered customs, traditions, and way of life. For although we are all part of this archipelago, we reside in our own individual bubbles, rarely seeking or aware of the people and events outside what is familiar.

In her memoir, Butet takes us into unmapped territories and dares us to embrace the unknown. To question our differences, our beliefs, and the meaning of civilization through her experience living with the Kubu tribe. Dubbed the modern day Kartini, her efforts were acknowledged by TIME Asia magazine, which named her one of Asia’s Heroes and she was awarded “Woman of the Year” by ANTEVE. Following her book, she established the Yayasan Sokola in 2003 to provide alternative education for those communities living in remote regions throughout the country.

Indonesia, with her immensely rich cultural heritage, is a nation steeped in history and brimming with tales longing to be told. Of tribes victimized by city dwellers, of solemn sugarcane farmers, of ancient village mystics, of fragmented childhoods. Dyah Merta and Andrea Hirata join Butet in this year’s Ubud’s festival that include a noteworthy Indonesian writer’s programme.

Saur Mar

Menjadi Investor Cerdik Ala Warren Buffet

Jakarta – Siapa tak kenal Warren Buffet? Orang terkaya nomor satu dunia yang berjaya berkat investasi cerdiknya di pasar saham. Berbekal pengalamannya, Buffet kini ingin menularkan ke publik gayanya menjadi investor cerdik. Apa rahasia Buffet menaklukkan pasar? Ternyata menjadi investor terlebih dulu harus punya karakter kuat dan berpikir jenius di tengah kondisi pasar yang tidak bersahabat. “Buffet sosok investor yang jenius banyak pemikirannya diikuti oleh banyak orang diseluruh dunia,” ujar Robert P Miles. Miles adalah salah seorang sahabat orang terkaya di dunia itu dan banyak menuangkan pemikiran-pemikiran Buffet dalam bukunya. Miles menyampaikan pemikiran Buffet itu dalam acara Danareksa Sekuritas Investor Gathering yang bertajuk ‘The Science if Investing and The Art of Managing’ di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Sudirman, Jakarta, Selasa (12/8/2008). PT Danareksa Sekuritas mengundang penulis besar Robert P Miles yang diharapkan bisa menjadi terapi psikis bagi investor di Indonesia.  Miles mengatakan, Buffet bukan hanya investor yang handal, namun ia juga sebagai seorang manajer yang baik dengan reputasi dan karakternya yang kuat. Secara bisnis, melalui bendera Berkshire Hathaway Inc, Buffet bersaing kuat dengan kurang lebih 500 perusahaan besar di Amerika. Dikatakan oleh Miles Buffet telah mencangkramkan portofolio bisnisnya diberbagai sektor diantaranya 30% di asuransi, 10% energi dan 60% di sektor manufaktur, jasa dan retail. Dari pemaparan Miles mengenai pemikiran Buffet ini, diharapkan menjadi suntikan edukasi psikologis bagi para investor terkait pola investasi yang baik, pemilihan saham yang fundamental bagi investor di Indonesia. Miles banyak menulis buku mengenai Warren Buffet seperti The Warren Buffet CEO: Secret from the Berkshire Hathaway Managers, 101 Reason to Own the World Greatest Investment: Warrent Buffet’s Berkshire Hathaway dan Warren Buffet Wealth: Principles and Practical Methods used by the World Greatest Investor. sumber : http://www.detikfin ance.com/ read/2008/ 08/12/113340/ 987014/479/ menjadi-investor -cerdik-ala- warren-buffet

Penting Mana: Menabung atau Investasi?

Jakarta – Banyak di antara kita, yang menyadari pentingnya menabung. Tapi, tidak banyak yang mengetahui tujuan menabung. Bahkan, parahnya lagi, masih ada yang belum bisa membedakan pengertian menabung dengan berinvestasi.

Demikianlah secuil kalimat yang dikutip dari buku edukasi reksa dana yang diterbitkan Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) dan ditulis Presiden Direktur PT Fortis Investments, Eko B Pratama, sepertidetikFinance kutip, Senin (28/7/2008).

Apa benar antara menabung dan investasi itu berbeda? Menabung selama ini didefinisikan sebagai menyimpan sejumlah uang yang akan digunakan untuk kemudian hari. Semakin banyak dana yang ditabung semakin baik. Kebiasaan menabung adalah awal yang baik buat sesorang untuk mengatur pendanaan yang dimiliki. Tapi karena sifatnya sukarela, menabung tidak memiliki target dan perencanaan tertentu tapi lebih pada tujuan semula seperti membeli rumah atau lainnya. 

Sedangkan berinvestasi adalah suatu proses menabung yang berorientasi pada tujuan tertentu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. 

Sebagian besar masyarakat Indonesia memang masih berstatus penabung bukan investor. Namun dari seorang penabung kini bisa menjadi seorang investor yang peduli akan masa depan.

Dalam bukunya Eko memberikan pertanyaan dasar: Apakah Anda pernah memikirkan tentang kebutuhan masa depan Anda (keluarga) secara finansial? Misalnya, kebutuhan akan proteksi asuransi, rumah dan mobil, pendidikan anak,ibadah umrah atau haji, perjalanan wisata, dan kebutuhan masa pensiun? Jika ya, apakah Anda pernah memikirkan jumlah dana yang dibutuhkan? Juga, kapan Anda membutuhkannya? Semua kebutuhan Anda di atas akan sangat mungkin tercapai apabila Anda melakukan perencanaan sejak dini lewat investasi.

Berinvestasi menurutnya, lebih banyak memberikan keuntungan ketimbang menabung karena dalam berinvestasi ada unsur perencanaan (akan kebutuhan masa depan). Sedangkan, dalam menabung tidak jelas.

Eko memaparkan hal mendasar yang membedakan menabung dengan berinvestasi adalah adanya ketidakjelasan dalam hal: 

  • Tujuan atau kebutuhan secara spesifik, misalnya untuk pendidikan anak, memiliki rumah, atau persiapan pensiun.
  • Seberapa besar dana yang akan dibutuhkan untuk tujuan dimaksud.
  • Kapan kebutuhan itu diperlukan dan jangka waktu (berapa lama) untuk mencapai waktu tersebut. Pilihan/alternatif investasi yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Strategi mencapai tujuan tersebut.

Seseorang melakukan investasi karena dipicu oleh kebutuhan akan masa depan. Tapi banyak masyarakat yang belum memikirkan kebutuhan akan masa depan. Padahal, kalau saja mereka tahu semakin ke depan, biaya hidup seseorang semakin bertambah.

Selain kebutuhan akan masa depan, seseorang melakukan investasi karena dipicu oleh banyaknya ketidakpastian atau hal yang tidak terduga dalam hidup ini (keterbatasan dana, kondisi kesehatan, musibah, kondisi pasar investasi) dan laju inflasi yang tinggi. Itulah tantangan tambahan yang perlu kita hadapi.

Tapi, dengan adanya alternatif instrumen (efek) investasi memungkinkan seseorang bisa memenuhi kebutuhan masa depan, dengan menentukan prioritas kebutuhan, menetapkan perencanaan yang baik serta implementasi secara disiplin.

“Kalau kita mau melakukan investasi, seyogianya, kita mengetahui terlebih dahulu mengenai instrumen-instrumen investasi. Tujuannya adalah agar kita bisa menentukan instrumen mana yang aling baik. Setidaknya, ada tiga instrumen dasar yang perlu kita pahami, yaitu deposito, obligasi, dan saham,” tulis Eko.

Mengapa berinvestasi itu perlu? Karena perekonomian dunia itu ada banyak ketidakpastian & keterbatasan, inflasi membuat harga-harga menjadi mahal, kebutuhan masa depan, tersedianya pilihan instrumen investasi.

Eko juga mengingatkan falsafah investasi agar jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Maksudnya adalah untuk mengurangi risiko, kita perlu menyebar penempatan investasi, sehinga kita terhindar dari risiko kerugian secara total (total loss). 

Jadi siapkah diri Anda beralih dari penabung menjadi investor?.

SUmber : http://www.detikfin ance.com/ read/2008/ 07/28/154456/ 979178/479/ penting-mana- menabung- atau-investasi

Dari Bung Haris Tentang Koordinator Daerah/Wilayah

Ini ada Info dari Bung Haris:

Salam Sukses IMF members,

Kepada Anda member IMF aktif yang ingin jadi Koordinator, Kami mohon maaf saat ini kami belum bisa realisasikan Keinginan Anda. mengapa ?

Karena saat ini kami sedang Konsentrasi
Pertama penyelesaian Pending Withdraw dan Juga Perbaikan Tatanan System untuk member baru Bergabung ke IMF. Nanti System IMF tidak bisa menerima begitu saja pendaftaran, tapi Harus lewat Koordinator.
Kedua, Kami harus melakukan Pertemuan dan Pembentukan Koordinator Wilayah yang tertunda, karena banyaknya masalah yang menimpa IMF. ( Pertemuan ini seharusnya sudah di lakukan Juli yang lalu, Namun saat ini kita tunda , Insya Allah selesai lebaran ini kita buat Jadwalnya. Rencananya Tidak lagi di Surabaya, namun Bos RPM Depok Minta di Puncak…..enak.

..nih….kita ramai2 di Puncak )

Jika PR kami sudah selesai, maka barulah kami akan menentukan lagi Koordinator Daerah yang Baru. Apa Saja Syaratnya ?

Tidak banyak syarat yang di perlukan ‘Cuma’ ada beberapa saja yg secara global bisa disingkat sbb :
1. Anda sanggup mengemban Amanah. ini adalah menyangkut Uang orang banyak jadi harus benar2 bisa memegang Amanah atau dipercaya oleh Member di Daerah Anda.

2. Sanggup dan siap menerima segala konsekwensi cercaan dan hinaan, seperti halnya saya yang di bilang raja penipu, atau beberapa member yang di bilang kroni nya saya.

3.Siap dan sanggup menerima komplain dari member, karena banyaknya keterbatasan yang IMF miliki.

4. Banyak lagi hal lainnya. kalau saya bilang lebih besar jeleknya ketimbang enaknya.

Ayo….masih berani jadi Koordinator….?

Kami lebih mudah menerima Koordinator Jika :
1. Anda selama ini memang sudah MengKoordinir, seperti KOPDAR ataupun membantu teman2 Anda untuk Mendaftar ke IMF.

2. Anda adalah Perwakilan RPM atau Royalti Network untuk Daerah anda. nah, yang ini secara tidak langsung sudah menjadi Koordinator IMF, tinggal tunngu Aktifnya Area Koodinator Anda saja.

Kemudian member yang sudah di tunjuk Masuk dalam team 8, tidak bisa jadi Koordinator Daerah, Karena ia sudah Jadi Koordinator Wilayah.

Koordinator Wilayah itu nanti:

2 Untuk Wilayah Sumatra , Yang Nanti di Wakili Oleh RIAU dan SUMATRA UTARA.
2 Untuk Wilayah Timur, yang nanti akan di wakili oleh Member dari Kalimantan dan Sulawesi
2 Untuk Wilyah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.
1 Untuk Wilayah Jawa barat
1 Untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya.

Apakah Seorang Koordinator itu di gaji ? TIDAK !

Wah….kerja bakti dong ! Tidak juga, nanti akan ada kompensasi yang kita berikan.
Untuk Koordinator Daerah Kompensasinya lumayanlah. Maaf, ini hanya boleh kami beritahu khusus untuk yang sudah resmi jadi Koordinator Daerah.

Untuk Koordinator Wilayah, nah ini tidak dapat apa2 dari IMF, tapi kerja dan tanggung jawabnya paling Besar. IMF nanti hanya mengajarkan System Trading IMF untuk Koordinator Wilyah dan memberikan Account Trading, jadi Seorang Koordinator Wilayah nanti bertanggung Jawab juga terhadap hasil kerja IMF. Kalau Tradingnya Kacau nanti Koordinator Wilayah Bisa di ‘Gebuk’ ramai-ramai oleh member…….heeee……heeee…..heeee., Ayo Yang calon Koordinator Wilyah berani tidak ?

Jadi sekali lagi untuk bergabung dengan Team Kerja IMF itu, saya katakan lebih banyak capek dan jeleknya, ketimbang enaknya.

jadi mulai sekarang mending pikir dulu sebelum mengajukan diri untuk masuk dalam team kerja IMF.

Semoga menjadi Informasi yang bermanfaat buat kita semua.

IMF Admin,

Haris Wisnu