Cara Menumbuhkan Motivasi Seorang Karateka

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika kita memiliki motivasi yang kuat dalam diri kita. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali kita menggapai apa yang kita cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin kita nggak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri.
Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut ini:
* Ciptakan sensasiCiptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.
* Kembangkan terus tujuan andaJangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.
* Tetapkan saat kematianAnda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi hal hal yg baik selama hidup anda.
* Tinggalkan teman yang tidak perluJangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.
* Hampiri bayangan ketakutanSaat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.
* Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.
* Mulailah dengan rasa senangJangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.
* Berlatih dengan kerasTidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.
Kesimpulannya, motivasi adalah ’sesuatu’ yang dapat menumbuhkan semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup anda..! ***


dikutip dari : http://past-story.blogspot.com/2008/10/cara-menumbuhkanmotivasi.html

Tingkatan DAN VIII Karate Tradisional

Tingkatan DAN menerangkan tingkat kemampuan fisik dan mental seseorang karateka, jadi ada alat tolok ukur yang jelas dan diakui secara luas terlebih dahulu. Tolok ukur itu ada yang dikeluarkan oleh cabang olahraga seperti Judo dan Karate Tradisional dan adapula yang ditetapkan oleh aliran/perguruan masing-masing secara lokal, nasional, maupun internasional. Sehingga ada bermacam-macam tolok ukur dan ada bermacam-macam pula tingkatan DAN.Adapun tingkat DAN J.K.A. berdasarkan tolok ukur yang jelas dari J.K.A., yaitu sebuah lembaga pendidikan shoto karate-do yang sudah diakui di seluruh dunia. Jadi berbeda dengan tingkatan DAN cabang olahraga karate tradisional.Seperti halnya Shihan Sabeth Mukhsin pada Gashuku Internasional dan ujian tanggal 16 April 2005 di Tokyo bertempat di Dojo Pusat J.K.A. mendapat tingkatan DAN VII dan lulus kualifikasi pelatih kelas A, sedangkan di karate tradisional mempunyai tingkatan DAN VIII yang diterbitkan oleh Yayasan INKAI Karate-do Tradisional dan dianut oleh organisasi cabang olahraga karate tradisional yaitu Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI).Keduanya mempunyai persamaan dan perbedaan dalam dasar dan tolok ukur tetapi saling menunjang. Misalnya persamaan dalam rumusan kriteria tingkatan DAN VII dan DAN VIII antara JKA dan FKTI. DAN VII itu adalah tingkatan tertinggi dengan materi ujian; kata, kumite dan hasil penelitian teknik. DAN VIII harus berdasarkan rekomendasi lembaga tertinggi teknik yaitu kalau di JKA disebut Shihankai, sedangkan di FKTI disebut Majelis Karate Tradisional (MKT). Perbedaannya FKTI adalah organisasi cabang olahraga karate tradisional tingkat nasional, sedangkan JKA/World Federation adalah perguruan shoto Karate-do internasional.Tidak pada tempatnya tingkatan DAN dijadikan obyek persaingan atau perlombaan antar lembaga/perguruan/aliran yang dasar tolok ukurnya berbeda. Untuk wilayah Asia-Oceania selain orang Jepang, pencapaian tingkatan DAN VII tersebut sudah tertinggi dan masih sendirian. Yang paling banyak ada di Afrika Selatan.Jadi kesimpulannya adalah Yayasan INKAI Karate-do Tradisional memiliki standar yang dianut oleh cabang olahraga karate tradisional di Indonesia, mengacu pada tingkat mutu yang digunakan oleh JKA/World Federation dan ITKF (International Traditional Karate Federation). Dan pada Gashuku internasional tersebut Mr. N. Nakahara, Presiden JKA/World Federation mengumumkan secara resmi penggunaan istilah “dento budo karate-do”, “traditional martial-arts karate-do” atau dalam bahasa Indonesia “karate beladiri tradisional” untuk karate-do yang dianut oleh JKA/World Federation. Di samping itu Yayasan INKAI karate-do tradisional tetap memelihara hubungan dengan perguruan/aliran yang relevan seperti Gojukai sebagai sumber materi kurikulum cabang olahraga karate tradisional, sebagaimana JKA juga menggunakan sebagai referensi bahan-bahan dari perguruan/aliran asal Okinawa.