Dua Pendekar Jember Langganan Menjadi Juara Karateka Tingkat Nasional

Semangat Sempat Drop karena Tidak Pernah Juara

Jember ternyata mempunyai banyak atlet berprestasi tingkat nasional. Yang mungkin tidak banyak orang tahu, di antaranya adalah dua atlet karateka yang masih muda ini.

WISNU PRIYONO, Jember

———————————————————————

“AWALNYA tidak ada niatan khusus untuk mendalami olahraga keras ini. Saya hanya iseng dan coba-coba. Tapi ternyata lama-lama asyik juga. Tapi saya masih belum apa-apa kok,” ungkap Avant Jaya yang tinggal di Jl Semeru IX ini.

Boleh dibilang Avant adalah anak pemalu. Bagaimana tidak, beberapa kali saat ditanya tentang keaktifan dan prestasinya di dunia olahraga, dia selalu bilang merasa malu kalau nanti berita tentang dirinya diberitakan di koran. “Duh, isin aku Mas,” ujarnya tersenyum.

Terjun di dunia karate sudah dimulai Avant sejak kelas tiga SD. Waktu itu hanya sekadar ikut-ikutan karena banyak teman di sekolahnya ikut karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

Namun, keseriusan menjadi seorang karateka dia rasakan setelah ikut bertanding di sebuah kejuaraan. Tidak tanggung-tanggung, pertandingan pertama yang dia ikuti adalah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tingkat Jawa Timur, di mana dalam pertandingan tersebut atlet-atlet andalan dari berbagai kota di Jawa Timur beradu ketangkasan menjadi yang terbaik di kelasnya masing-masing.

Namun sayang, saat itu dirinya belum berhasil meraih prestasi seperti yang diinginkan. “Setelah pertandingan itu saya kok merasa enjoy. Karena senang, jadi ya diteruskan,” ungkapnya sembari menjelaskan bahwa kejuaraan pertama tersebut dilaksanakan di kota Jombang.

Ternyata ketidakberhasilannya dalam meraih hasil di kejuaraan tersebut semakin membangkitkan semangatnya dalam meraih mimpi menjadi karateka yang tangguh dan berprestasi. “Sejak saat itu saya mulai rajin berlatih,” ungkap siswa kelas 9 SMPN 3 Jember itu bersemangat.

Meski kini dirinya menyandang status sebagai atlet nasional, namun tidak serta-merta jiwa anak-anaknya begitu saja menghilang. “Kalau sudah kumat malesnya, biasanya berat mau latihan. Pengennya sih main sama teman-teman di rumah,” kata karateka penyandang sabuk hitam DAN 1 ini.

Kalau sudah begitu, giliran orang tua yang memberi nasihat sekaligus semangat kepadanya agar tidak malas berlatih. “Bapak sama ibu pasti tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk berlatih,” ujar putra pasangan Bambang Suharsono dan Erni Dwi S ini.

Bambang mengakui, terkadang ada kalanya putranya tersebut tiba-tiba tidak bersemangat untuk berlatih. Apalagi kalau sudah dihadapkan pada kegiatan sekolah yang sifatnya akademis, pasti konsentrasi bakal terpecah.

“Kalau sudah terbentur antara pertandingan dan ujian di sekolah, biasanya Avant mulai sulit berkonsentrasi,” katanya. Kalau sudah begitu, support dan nasihat tidak pernah berhenti diberikan olehnya.

Dia juga sempat menceritakan kejadian yang dianggapnya menarik tentang putranya itu. Ceritanya, sekitar kelas enam SD, Avant pernah curhat kepada dirinya untuk tidak melanjutkan berlatih karate lagi. Hal ini disebabkan karena setiap mengikuti pertandingan tidak pernah dapat juara.

“Dia bilang kok ga dapet-dapet juara, padahal sudah sering ikut kejuaraan” kata pria berkumis itu. Namun karena dia tahu bakat terpendam yang dimiliki anaknya, dengan sabar dia berusaha memompa kembali semangat putranya agar tekun berlatih.

Tidak sia-sia, dengan keuletan dan kesabarannya, kini Avant telah berhasil menjadi atlet andalan kota Jember. Beberapa prestasi yang pernah ia raih di antaranya juara 1 Kumite Perorangan Putra Pemula Malang Open Tahun 2008, juara 3 Kumite Perorangan Putra – 40 Kg Pemula Kejurnas Piala Gubernur III di Jombang 2007, juara 2 Kumite – 40 Kg Pemula Putra Kejuaraan Piala Walikota Surabaya V 2008, juara 3 Kumite – 40 Kg Putra Kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah VII di Surabaya 2008, juara 3 Kumite Perorangan Putra – 40 kg Pemula di Kejurnas Piala Gubernur Jawa Timur IV di Jombang.

Tidak hanya Avant, Faizah Fananda yang notabene siswa kelas VIII SMPN 3, kini menjadi andalan kota Jember dalam olahraga karate. Kecintaannya di dunia ini dimulai sejak dirinya masih duduk di bangku SD.

“Karena di rumah tidak ada kegiatan, jadi ya saya isi dengan karate,” ungkap gadis yang pernah menjadi ketua osis saat duduk di bangku kelas VII ini. Dia juga mengaku semangatnya semakin tinggi karena sang pelatih pernah bilang kalau dirinya berbakat dalam olahraga karate.

Seperti halnya Avant yang coba-coba, Faizah pun mengakui awalnya niatan terjun di dunia karate juga sama. “Saya merasa karate itu unik,” ungkap gadis yang mengaku masih “single” ini. Hal tersebut lantaran, menurut dia, karate bisa mengombinasikan antara gerakan keras dengan lembut menjadi satu bagian.

Karena itulah dalam satu pertandingan dia selalu mengikuti lebih dari satu kelas yang dipertandingkan. Yaitu kelas kata dan kelas kumite. Maka tidak salah jika kini dirinya mengoleksi banyak piala ataupun medali yang diperolehnya saat menjuarai kejuaraan karate diberbagai daerah.

Di antaranya adalah juara 3 Kumite – 50 Kg Putri Piala Korps Marinir di Surabaya tahun 2006, juara 3 Kata dan juara 1 Kumite – 50 kg putri di Kejurnas Piala Gubernur III tahun 2007 di Jombang, juara 1 kata dan juara 3 kumite – 50 kg putri di Kejurnas Piala Wali Kota Cup tahun 2008, juara 3 Kumite Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional tahun 2008 di Surabaya.

Dengan mengikuti kejuaraan di berbagai daerah, dia mengaku semakin banyak pengalaman yang menarik. “Sekarang saya bisa kenal dengan atlet-atlet nasional maupun internasional,” ujarnya. Karena itulah dia mengaku banyak sekali mendapatkan ilmu-ilmu baru tentang karate.

Sebagai atlet, baik Avant maupun Faizah, mengaku memiliki kesamaan problem dalam menghadapi sebuah kejuaraan. “Paling nervous kalau di pertandingan lawannya adalah atlet yang sudah terkenal,” kata Avant. Tapi itu terjadi di menit-menit awal, setelah itu sudah biasa lagi,” sambung Faizah. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: