FKTI Gelar Kejurnas Yunior dan Usia Dini

Kamis, 15 Januari 2009 | 01:27 WIB

Jakarta, Kompas – Federasi Karate Tradisional Indonesia yang berdiri sejak tahun 1970 kembali akan menggelar Kejuaraan Nasional Karate Tradisional Yunior dan Usia Dini mulai Sabtu (24/1) hingga Minggu (25/1) di Gedung Senam Raden Inten, Jakarta Timur.

”Hingga saat ini, dari 24 korda (koordinator daerah) FKTI (Federasi Karate Tradisional Indonesia) yang ada di Indonesia, baru 12 korda yang memastikan keikutsertaan. Mungkin paling banyak hanya 14-15 korda yang ambil bagian di kejurnas kali ini,” ucap K Bambang Setiadi, Ketua Kejurnas Karate Tradisional Yunior dan Usia Dini, Rabu (14/1).

Dalam Kejurnas Karate Tradisional 2009 yang akan memperebutkan Piala SECOM II dan Piala Gubernur II akan dipertandingkan nomor fukugo (kombinasi), kata (jurus), dan kumite (tarung bebas) untuk kategori yunior. Kategori ini terdiri dari tingkat SMP (13-15 tahun) dan tingkat SMA (16-18 tahun).

”Sedangkan untuk usia dini yang batas usianya dari 9 tahun sampai 12 tahun akan dipertandingkan nomor kata dan kumite,” kata R Suparlan, Sekretaris Jenderal FKTI.

Selain Kejurnas Yunior dan Usia Dini, pada 22 dan 23 Januari, FKTI juga akan mengadakan ujian untuk karateka tradisional yang sudah mencapai tingkatan Dan V ke atas.

Acara yang lebih dikenal dengan Januari Master Camo tersebut akan dilaksanakan di Graha Wisata Remaja Kuningan, Jakarta Selatan. ”Tahun ini ujian untuk memperoleh Dan V akan diikuti 4 karateka dari Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Begitu juga dengan Dan VI serta dan VII yang masing-masing bakal diikuti 4 karateka,” ujar Bambang.

Belum diterima

Pada kesempatan tersebut Sabeth Mukhsin, Ketua Umum FKTI, juga menyampaikan masalah belum diterimanya FKTI oleh KON/KOI sekalipun pengajuan dengan surat resmi sudah disampaikan sejak tahun 1984 dan diulangi kembali tahun 2004. ”Tetapi, hingga saat ini belum dijawab. Padahal, di negara tempat asal olahraga bela diri ini lahir, ada dua federasi, yakni untuk karate umum itu JKF dan untuk karate tradisioanlnya itu JTKF,” ungkap Sabeth.

Bahkan, IOC sendiri juga telah membedakan antara karate tradisional dan karate umum. Itu sebabnya kejuaraan dunia untuk karate tradisional juga ada sejak lama, selain karate umum. Tahun lalu kejuaraan dunianya digelar di Vilnius, Lituania, 11 dan 12 Oktober.

Sabeth juga menjelaskan bahwa perbedaan karate umum dan tradisional sangat jelas terlihat di nomor kumite. Dalam kumite, karateka tradisional tidak langsung menarik kembali pukulannya, sedangkan karateka umum harus cepat kembali. (NIC)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: