Gubernur Isyaratkan FKTI Ikut Pordaratan

KUPANG, Timex-Atlet karate tradisional dibawah Koordinator Daerah (Korda) Federasi Karate Tradisional (FKTI) NTT yang sukses merebut trofi Menpora Cup dalam Kejurnas Karate Tradisional di Wonogiri-Jawa Tengah boleh bersyukur. Pasalnya, jerih payah yang mereka torehkan diajang nasional itu membuat Pemerintah Provinsi NTT memberi apresiasi berupa pemberian bonus kepada 12 karateka tradisional NTT yang sukses mendulang medali diajang yang diikuti 318 atlet dari 15 provinsi se Indonesia itu.

Bonus yang diterima para atlet bervariasi. Peraih medali emas mendapat Rp 7,5 juta, perak Rp 6 juta dan perunggu Rp 5 juta. FKTI NTT sukses merebut juara umum setelah mendulang 9 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Bonus yang diterima para atlet FKTI ini diserahkan secara simbolis oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya saat menerima pimpinan kontingen dan para atlet di ruang kerja Gubernur NTT, Jumat (29/8) lalu.

Saat itu kontingen FKTI NTT dipimpin pembinanya, Kol.Inf. Winston P. Simanjuntak, Ketua Umum FKTI NTT, Frans Fernando, Ketua MSH, Wempy Ello dan salah satu pengurus lainnya.
Dalam dialog dengan pembina FKTI NTT dan para atlet, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang dibuat kontingen FKTI NTT di arena nasional.

“Prestasi tidak datang dengan sendirinya, tapi melalui proses perjuangan yang panjang dan harus dengan semangat juang yang tinggi. Karena itu, sebagai Gubernur, saya menyambut gembira hasil yang sudah dibuat para atlet dalam mengharumkan nama NTT.

Dan bagi yang sudah berprestasi, perlu mendapatkan penghargaan. Mengharumkan nama daerah itu penting,” kata Lebu Raya. Dengan demikian, lanjutnya, meskipun penghargaan yang diberikan pemerintah tak seberapa nilainya, namun itu harus dijadikan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan prestasi yang ada. “Setiap atlet harus menanamkan semangat juang yang tinggi, tidak saja dalam diri sebagai atlet, tapi pada semua segi kehidupan kita,” tandas mantan Wagub NTT ini.

Ketika mendengar permintaan Ketua Umum FKTI NTT, Frans Fernando yang meminta agar ke depan cabang olahraga karate tradisional (FKTI) ini bisa dimainkan di Pekan Olahraga Daratan (Pordaratan) sebagai upaya pembinaan, penjaringan atlet potensial, dan untuk peningkatan prestasi yang ada, Gubernur menyambutnya dengan suatu isyarat setuju.

“Saya memahami upaya yang tengah diperjuangan FKTI untuk diakui di KONI. Namun, bagi saya, sepanjang untuk tujuannya positif, kita dukung saja. Kalau misalkan ada beberapa provinsi yang mendukung, suatu saat nanti FKTI juga akan diakui KONI. Terkait dengan FKTI bisa ditandingkan di Pordaratan, saya rasa tidak masalah. Semuanya bisa diatur. Nanti kita diskusikan lagi dengan KONI NTT,” pungkas Wakil Ketua Umum II KONI NTT ini.

Untuk diketahui, pada kejurnas karate tradisional Menpora Cup II 2008, yang berlangsung di Wonogiri-Jawa Tengah, 23 – 24 Agustus 2008 lalu, NTT berhasil merebut 9 medali emas, 4 medali perak serta 3 medali perunggu, dan sukses memboyong trofi Menpora Cup. Dan atas keberhasilan ini, FKTI Pusat mempercayakan NTT untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan karate Asian-Oceania di Bangkok-Thailand, tanggal 18 Desember 2008, dan kejuaraan dunia karate senior/yunior di Tokyo-Jepang bulan September 2009 nanti. (aln)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: