INKAI FKTI Pusatkan Latihan Menghadapi Piala Pertamina II

*mawardi berampu MedanBisnis – Rantauprapat INKAI karateka tradisional di bawah naungan Kordinator Cabang FKTI (Federasi Karate Tradisional Indonesia) Labuhanbatu melakukan pemusatan latihan bagi 15 atletnya guna persiapan mengikuti kejuaraan karate tradisional junior Piala Pertamina II yang akan dilaksanakan di Dumai, Riau, 20-21 Maret 2008 mendatang. “Kami berharap pada kejuaraan itu nanti atlet INKAI FKTI kembali mempersembahkan gelar juara seperti pada kejuaraan tahun 2007 yang lalu,” kata Ketua Komisi Teknik Korca FKTI Kabupaten Labuhanbatu Syahrul Yus TZ didampingi pelatih Mangaratua Ritonga kepada wartawan, Sabtu (26/1) di Rantauprapat. Para atlet yang berhasil nantinya akan dikirim untuk mengikuti Kejurnas memperebutkan Piala Menteri Pemuda dan Olahraga II pada awal Juli 2008 di Magelang. Dia juga berharap agar Pemkab Labuhanbatu dapat memberikan bantuan melalui APBD 2008 sehingga para atlet yang mengharumkan nama baik Kabupaten Labuhanbatu bisa diberangkatkan mengikuti pertarungan dimaksud. Para atlet yang akan mengikuti TC dan yang akan diberangkatkan ke Dumai, yakni; Syahri Arbiah, Gusmawarni, Walima Arfa, Eva, Irma dan Indah dari puteri serta Yogi Imanuel, Daniel, Rizki M, Janter, Rian Pratama Chan, David Sien, M Arief Darmawan Hasibuan, Farid M Ariq, Umaril Mukminin dari putera. Mereka dilatih Syahrul Yus TZ (pelatih kepala), Mangaratua Ritonga, Desrianto Harahap, Minsor SPd dan Maddin Siregar. Menurut Syahrul, sejak Inkai Labuhanbatu memisahkan diri dari FORKI dan bergabung ke FKTI perkembangannya sangat pesat. “Ini ditandai dengan banyaknya anak-anak usia dini yang masuk ke Club Inkai Rantauprapat, walau ada suara sumbang dan fitnah dari pihak yang tidak sportif dengan mengatakan bahwa Inkai FKTI tidak resmi dan tidak diakui pemerintah,” ujarnya. Diungkapkannya, Sensei Sabeth Mukhsin mendirikan Inkai FKTI tahun 1971 dan induk organisasinya FORKI. Saat itu Inkai-FORKI mengikuti badan dunia karate ITKF dan menganut sistem pertandingan Karate Tradisional. Namun setelah FORKI menjadi induk organisasi dari banyak perguruan dan mengikuti badan dunia karate WKF dengan system pertandingan karate umum tahun 1984 dari hasil kongres di Lampung maka Sabeth Mukhsin mengalihkan Inkai ke FKTI yang dibentuknya tahun 1985. Japan Karate Association (JKA) yang menjadi acuan karate tradisional beraliran Shotokan hanya mengikuti Inkai FKTI. FKTI, tambahnya, menganut sistem pertandingan Ippon Shobu tanpa kelas (berat badan) dan mempunyai 5 jenis pertandingan, yaitu’ Kata, Kumite, Enbu, Bunkai dan Kogo Kumite. Sedangkan FORKI hanya Kata dan Kumite serta memakai kelas. Dia mengharapkan agar setiap induk organisasi mengurusi organisasi masing-masing. “Mari kita fokus membina atlet guna mengharumkan organisasi dan daerah serta bangsa di tingkat internasional,” imbuh Syahrul diamini Mangaratua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: