Booting Linux/Slackware dengan Windows Vista Boot Loader

Hari ini saya sedang setting Komputer dengan Bundled Windows Vista, untuk di Install Linux (Slackware dalam kasus saya). Karena ini komputer punya Negara (kantor maksudnya) dan Vistanya Legal (bundled soalnya), maka saya tidak ingin Menghapus Vistanya. Dan saya memperhitungkan, siapa tahu linuxnya mau di babat sama orang (pengguna lain) maka saya tidak menggunakan Lilo/Grub sebagai boot loader nya.

Saya memilih untuk menggunakan Boot loader Windows Vista, sehingga bila suatu saat linuxnya di hapus atau ada masalah, tidak terlalu repot memperbaikinya (walau pun sebenarnya bisa). Sekalian juga mencoba-coba edit-edit Boot loader Vista,soalnya baru megang Vista nih😀
Sebelum mencoba langkah yg saya lakukan, ada baiknya membackup data2 hdisk dulu, kalo di komputer bisa bikin recovery Disk (kalo bundled biasanya ada) lebih baik di buat Recovery Disknya dulu. Tapi kalo memang percaya langkah2 yg saya tulis disini bener dan yakin gak bakal ngelakuin kesalahan, proses backup di skip juga gak papa.

Kalo backup sudah dilakukan (atau di skip) maka langkah berikutnya adalah instalasi linux, saya anggap proses ini dapat dilakukan dengan baik, jadi gak perlu saya tulis disini. Perlu diingat, saat instalasi loader linux, baik lilo maupun grub, jangan lupa installnya ke Boot Record partisi, bukan ke Boot Record hadisk (MBR).

Langkah-langkah untuk melakukannya:

  1. Siapkan LiveCD linux (apa aja.. )

  2. Booting menggunakan liveCD linux itu (saat booting, pilih booting dari cd. Atau setting di bios agar booting ke CD)

  3. Backup Boot Sector Windows Vista:

    • mount partisi atau removabel disk untuk menaruh backup,dapat dilakukan dengan:

      mount /dev/[partisinya] /direktori/tempat/mount -t [filesystemnya]

      Kebetulan, dalam kasus saya, saya menaruh backup bootsector di partisi Windows Vista yang ada di /dev/sda1. Jadi perintahnya:

      mount /dev/sda1 /media/hd -t ntfs-3g

    • melalui shellmasukan perintah berikut:

      dd if=/dev/[hdisk] of=/direktori/tempat/mount/[file backup] bs=512 count=1

      dalam kasus saya, perintahnya:

      dd if=/dev/sda of=/media/hd/mbr_Vista bs=512 count=1

  1. Mengambil Boot Sector Linux:

    • mount partisi Windows Vista,dapat dilakukan dengan:

      mount /dev/[partisinya] /direktori/tempat/mount -t [filesystemnya]

      Kebetulan, dalam kasus saya, partisi Windows Vista telah termount sewaktu membackup boot sector Windows Vista. Seperti dijelaskan pada point 3

    • melalui shellmasukan perintah berikut:

      dd if=/dev/[partisi Linux] of=/direktori/tempat/mount/[file backup] bs=512 count=1

      dalam kasus saya, perintahnya:

      dd if=/dev/sda2 of=/media/hd/slackware.mbr bs=512 count=1

  1. Reboot ke Windows Vista

  2. Mengkonfigurasi Boot Loader Vista

    • jalankan command prompt dengan hak akses sebagai administrator (klik kanan pada cmd dan pilih “Run as Administrator”

    • Buat entry baru pada Boot Loader Vista, dengan perintah:

      bcdedit /create /d “[nama tampilan]” /application BOOTSECTOR

      ganti [nama tampilan] dengan kata yang mencerminkan OS linux anda. Dalam kasus saya, saya gunakan kata slackware, sehingga perintahnya:

      bcdedit /create /d “slackware” /application BOOTSECTOR

      perintah ini akan menampilkan ID untuk entry ini, untuk langkah selanjutnya {ID} diganti dengan id yang didapat dari perintah diatas, dalam kasus saya Idnya {676b3747-dd4c-11dd-b5ab-001e37e12f45}

    • masukan perintah:

      bcdedit /set {ID} device boot

      dalam kasus saya:

      bcdedit /set {676b3747-dd4c-11dd-b5ab-001e37e12f45} device boot

    • masukan lokasi boot sector image, dengan perintah:

      bcdedit /set {ID} PATH \[lokasi boot sector image]

      dalam kasus saya jadinya:

      bcdedit /set {676b3747-dd4c-11dd-b5ab-001e37e12f45} PATH \ slackware.mbr

    • menambah entry yang baru saja dibuat agar ditampilkan di pilihan Booting. Perintah yang digunakan:

      bcdedit /displayorder {ID} /addlast (bila mau diletakan diakhir)

    • Mengubah waktu timeout penampilan menu. Perintah yang digunakan:

      /bcdedit /timeout [detik]

      Kalo saya menggunakan waktu 10 detik, jadi perintahnya:

      /bcdedit /timeout 10

  1. Merestart komputer dan nikmati hasilnya


Catatan:

3 Tanggapan

  1. Mohon maaf nih buat admin (mas Indra Wijaya ya?)… Mbok ya di cantumin asal tulisannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: