Mamineh Empehan lan Makarya Maduparka

Senin 9 Maret 2009, Mamineh Empehan lan Makarya Maduparka
Sebagai rangkaian prosesi keempat dari Karya Agung Panca Bali Krama adalah Mamineh Empehan lan Makarya Maduparka yang dilaksanakan pada Soma Umanis Sungsang, Senin 9 Maret 2009 di Suci Pura Agung Besakih. Prosesi Mamineh Empehan lan Makarya Maduparka secara simbolis adalah mengambil unsur-unsur yang keluar dari tubuh seekor lembu betina putih, terutama air susu. Lembu tersebut telah disucikan (karantina) selama 3 hari berada di Suci Pura Agung Besakih. Perawatan dan makanan selama masa “karantina” bagi lembu tersebut amat diperhatikan agar pada saat diambil, seluruh unsur tubuh tersebut terpenuhi serta diyakini suci dan bersih.
Prosesi Mamineh Empehan lan Makarya Maduparka dilakukan sejak pagi tadi jam 6.00 wita (9 Maret 2009) oleh Ida Pedanda Istri (Tapini) dibantu oleh para pengayah lanang istri. Setelah semua unsur-unsur tersebut terkumpul lalu dicampur dan diulek sampai hancur lalu dicuci beberapa kali (menggunakan perhitungan ganjil – biasanya 33 kali) hingga air cuciannya benar-benar bening. Campuran inilah yang kemudian disatukan dengan air susu lembu betina putih itu dicampur dengan minyak kelapa, bersumber dari berbagai jenis kelapa, yang dibuat bersamaan saat itu juga. Minyak hasil pencampuran dari berbagai jenis kelapa dan campuran dari empehan lembu putih itu disebut Minyak Catur yang nantinya akan dipergunakan sebagai inti upakara/sesajen, baik secara utuh maupun sebagai bahan pencampur minyak untuk menggoreng berbagai jenis kue (jaja sarad, jaja catur dan bahan-bahan gorengan lainnya).
Tiap tahap prosesi ini disertai dengan puja mantra oleh Sulinggih disertai kidung. Pada bagian akhir (saat akan mencampur dengan minyak kelapa, di atas tungku) pemujaan secara khusus dilakukan oleh Ida Pedanda Gede Pasuruan dari Griya Sibetan, Karangasem yang telah diakui menguasai pengetahuan tentang bebantenan (sesajen). Seluruh prosesi Mamineh Empehan lan Makarya Maduparka ini diakhiri dengan persembahyangan bersama oleh seluruh pengayah yang saat itu ngayah di Suci Pura Agung Besakih.
.
Foto 1: Lembu puih yang diambil air susunya sebagai bahan Maduparka.
Foto 2: Para Ida Pedanda Istri melakukan ritual suci pada lembu putih menjelang pemujaan Mamineh empehan lan Makarya Maduparka.
Foto 3: Mencampur empehan dengan minyak kelapa yang terbuat dari berbagai jenis kelapa yang kemudian disebut dengan minyak catur.
Foto 4: Minyak Catur (minyak kelapa) disaring dari adonan santan yang dimasak mendidih dan dicampur dengan empehan lembu putih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: