Melasti 2

Melasti Hari ke 3.
Setelah menempuh perjalanan selama 3 hari 2 malam berjalan kaki dengan jarak tempuh 70 kilometer, iring-iringan palelastian Panca Bali Krama dan Bhatara Turun Kabeh Pura Agung Besakih tiba kembali di Pura Agung Besakih dengan selamat tanpa hambatan yang berarti. Ribuan umat, dengan langkah tetap laju, tak surut oleh terik mentari selama 3 hari perjalanan. Jumlah keterlibatan umat tak hanya ribuan yang langsung mengikuti perjalanan palelastian namun mencapai puluhan ribu umat Hindu sepanjang jalan yang dilalui ritual tersebut. Seluruh warga Hindu di 29 desa pakraman yang dilalui palelastian secara antusias menyambut dengan bhakti (sesajen) dan yasa (makanan & minuman). Umat Hindu pangempon Pura Penataran Agung Klungkung, Pura Puseh Tohjiwa dan Pura Puseh Tebola (lokasi peristirahatan dan bermalam iring-iringan palelastian) bahkan menyambut secara khusus dengan menyelenggarakan ritual penyambutan (pamendak lan pasandekan) serta menyiapkan logistik untuk ribuan pangiring ritual palelastian.
Prosesi Melasti hari ke 3, 23 Maret 2009, dilakukan dengan menempuh sisa perjalanan dari Pura Puseh Tebola menuju Pura Agung Besakih dengan jarak 22 kilometer. Setelah menginap semalam, jam 6.00 pagi iring-iringan beranjak dari Pura Puseh Tebola menuju Pura Agung Besakih dengan 7 titik lokasi upacara pamendak. Kendati menempuh perjalanan menanjak, perjalanan Tebola-Besakih terhitung cepat karena tiba di Pura Agung Besakih pada jam 12.30 wita dengan waktu mesandekan (istirahat) dan katuran Pamendak Alit di Pura Pasimpangan Besakih sekitar 1 jam.
Setiba di Ambal-Ambal Pura Agung Besakih, Ida Bhatara Tirtha yang didatangkan dari 3 gunung (Semeru, Agung dan Rinjani) berikut Ida Bhatara Tirtha Sad Kahyangan di Bali diturunkan dari Sanggar Tawang di Pura Basukian dan secara bersamaan dengan pralingga Ida Bhatara yang baru datang dari Melasti dilakukan ritual persembahan penyambutan (Pamendak Agung). Usai upacara Pamendak Agung, didahului oleh Ida Bhatara Tirta, satu persatu jempana Ida Bhatara pura Agung Besakih diusung memasuki natar Pura Penataran Agung Besakih dan ditempatkan di palinggih Pengaruman Agung. Sementara itu, sujang Ida Bhatara Tirtha ditempatkan di Sanggar Tawang yang dibangun di natar Pura Penataran Agung Besakih.

.
Foto 1 dan 2:
Suasana pamendak oleh umat sepanjang jalu palelastian.
Foto 3:
Iring-iringan palelastian kawasan Toya Esah melewati di kawasan Rendang.
Foto 4:
Suasana ritual Pamendak Agung di Ambal-Ambal
Foto 5:
Usai pamendak agung, jempana diusung menuju ke parhyangan masing-masing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: