Penting!! Untuk umat Hindu se Indonesia

Nunas Tirta Pangandeg lan Pamarisudha

Untuk turut menjaga kesucian Karya Agung Panca Bali Krama, seluruh umat Hindu (yang berada di Bali maupun di luar Bali) diminta untuk turut mendukung pelaksanaan rangkaian upacara Nuwasen Karya dan Nunas Tirta Pangandeg lan Pamarisudha yang akan dilaksanakan pada:
.
Hari : Buda Wage Warigadean
Tanggal : 25 Pebruari 2009
Upacara : Nuwasen Karya dan nunas Tirta Pangandeg lan Pamarisudha
Tempat : Di Pura Dalem Puri Besakih.
.
Nunas Tirtha Pangandeg lan Pemarisudha ini akan dilaksanakan bertempat di pura Dalem Puri Besakih, selanjutnya tirta tersebut dibagikan kepada seluruh umat Hindu, khususnya yang ada di daerah Bali. Tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
.
a. Sekitar jam 10.00 Wita, perwakilan dari masing-masing desa Pakraman, Kecamatan, Kabupaten/Kota datang ke pura Dalem Puri Besakih, dengan membawa upakara berupa Peras Pejati, Canang Sari dan Segehan, lengkap dengan 2 (dua) bumbung bambu sebagai tempat tirtha, yaitu:
  1. Sebagai tempat Tirta Pangandeg, dihias dengan daun andong, kain Putuh Kuning, andel-andel. (berisi tulisan / pipil Tirta Pangandeg).
  2. Sebagai tempat Tirta Pamarisudha, dihias dengan daun andong, kain putih kuning, andel – andel dan tedung. (berisi tulisan / pipil tirta pemarisudha)

b. Setelah tiba di tempat masing-masing, tirtha dipendak dengan segehan, kemudian dilinggihkan di pura Dalem. Untuk mencukupi semua umat di wilayah itu, tirtha dapat ditambahi dengan air bersih/toya anyar secukupnya.

c. Masing-masing umat Hindu yang ada di wilayah tersebut mohon tirtha Pemarisudha sampai di pura Dalem dengan menghaturkan canang sari, untuk dipercikkan di sanggah/merajan, pekarangan rumah dan semua anggota keluarga.

d. Bagi yang masih memiliki keluarga/jenasah yang belum di aben, agar memercikkan pula tirtha Pangandeg tersebut di setra/tempat jenasah dikubur, dengan terlebih dahulu menghaturkan upacara sbb:
  1. Di pura Dalem dan Prajapati : menghaturkan sodan putih kuning dan canang sari, dengan permohonan agar Ida Bhatara Dalem dan Prajapati berkenan menganugrahkan kesucian dan pamarisudha sehingga tidak menodai kesucian karya yang akan dilaksanakan.
  2. Di setra/tempat jenasah dikuburkan menghaturkan tipat pesor, nasi angkeb, pangkonan putih kuning asagi. Dengan permohonan agar sang pitara tidak mengganggu jalannya upacara yang akan dilaksanakan.
    Batas waktu untuk nyiratang tirtha pemarisudha ini selambat-lambatnya tanggal 28 Pebruari 2009 sudah selesai dilaksanakan.
——————————————————-
Penting !!! Bagi umat Hindu di luar Bali.
Permohonan tirtha pemarisudha tersebut dapat dilakukan melalui tempat suci yang ada di wilayah masing-masing dengan sarana upakara berupa peras pejati. Pemangku mohon tirtha pemarisudha dihadapan palinggih yang ada, kehadapan Ida Sang Hyang Widhi dalam Ista Dewata sebagai Bhatara Siwa. Selanjutnya dibagikan kepada seluruh umat dengan tata cara seperti tersebut diatas, dan bentuk upakaranya dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.
—————————————————–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: