6 sms lucu hari ini

SEMUA TIARAP! INI ADL PERMPOKAN! yg laki2 sblh kanan, yg cewek sblh kiri & yg banci ditengah! Hei kamu!Ya kamu! ga usah pura2 baca sms terus! kumpul ke tengah!
++++++
ALIONG masih meniduri istrinya yg hamil 9 bln, ISTRI: mau bikin apalagi? badan, kepala, tgn, kaki sdh lengkap semua. ALIONG: owe cuma mau kasih minyak lambut
++++++
Wanita sering tidak konsisten. Sering demo, teriak2 Anti Kekerasan. Pas ada maunya malah minta yang KERAS!
++++++
Sayang, tega nian kau menolak cintaku, hiks, lebih baik aku mati saja! ini sms terakhir drku sayang! krn saat kau membaca sms ini aku tlh menjual HP ku
++++++
Suatu sore Endang disuruh ibunya: DANG, tolong ambilin DONGDONG di dlm DANGDANG di atas DINDING DONG DANG!
++++++
ULAR LARI LURUS katakan sampai 20 kali dgn cepat. Selamat mencoba

Iklan

unjuk taring 3 vampir

Pada suatu hari 3 orang vampir lagi unjuk taring atas kehebatannya masing-masing dalam hal menghisap darah dan membunuh mangsa.
“kebetulan nih malem dingin banget, gue jadi laper neh” celetuk vampir pertama.
“gimana kalo kita adu kekuatan, sapa yang paling cepet ngisep darah” tanya vampir kedua..
“okeh…!!!”
“gue duluan” kata vampir pertama…
lalu…whuuusssss…vampir pertama melesat..gak lama, selang lima menit dia kembali lagi dengan muka penuh darah dan sambil berkata..”lo liat gak kota dibawah sono??”
“iya liat” kata vampir dua & tiga
“semua penduduknya udah pada tewas, gue isep darahnya”
aahh, belom seberapa, neh liat gue..dan vampir kedua pun melesat tajam..selang tiga menit, diapun kembali dengan wajah belepotan darah, sambil berkata…
“lo liat kampung dibawah sana?? semua penduduknya dah pada tewas gue isep darahnya!!”
“aahh kecil, neh liat gue!!” vampir ketiga pun terbang melesat tajam… dan gak sampe satu menit dia udah kembali dengan darah diseluruh muka… dan dia berkata “lo liat tiang listrik dibawah sono??”
“iya..iya liat…”
“sialaaan..gue kagak liat!!@#$%^&”

PEMBERITAHUAN: Daftar bank yang akan ditutup

Dear all,

Mohon menjadi perhatian, ini penting dibaca.

Mohon kiranya bagi siapa yg memiliki rekening di bank yg tercantum di bawah
ini agar waspada dan terus memonitor perkembangan bank dimaksud sebelum
terjadi kesulitan mencairkan dana.

***DAFTAR BANK YANG AKAN TUTUP – UNTUK BULAN AGUSTUS 2008***

Dengan berakhirnya Program penjaminan Pemerintah atas simpanan Dana pihak
ketiga di perbankan Nasional periode 20 Oktober 2008 Dan pasca dibubarkannya BPPN, nasabah saat Ini harus pandai-pandai menilai & memilih bank yg sehat sebagai partner, dalam Aktivitas usaha ataupun tempat untuk menyimpan Dana.

Dengan dibubarkannya BPPN pada Februari 2004 maka berarti tidak akan ada
lagi lembaga yg akan menyelamatkan bank-bank yang sakit/sekarat.

Pernyataan dari Dirjen Lembaga Keuangan yg secara tersirat menyatakan akan
a da beberapa bank yang akan tutup.
Berikut 10 daftar bank yang akan tutup per JULI 2008 :

1. Bank Bukopin
2. Bank Lippo
3. Bank BCA ( BCA termasuk dalam daftar )
4. Bank BII
5. Bank Permata
6. Bank Niaga
7. Bank BNI
8. Bank MANDIRI ( MANDIRI termasuk dalam daftar )
9. Citibank
10. Bank Danamon

Bank-bank tersebut di atas akan DITUTUP pada pukul 15.00 dan akan dibuka
kembali esok pagi setiap harinya pukul 08.00.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, agar maklum adanya..

Tertanda,
PPCS BSI
Persatuan Petugas Cleaning Service BANK Seluruh Indonesia

Investasi Saham Untuk Pemula

Sedikit info dari blog tetangga,..
semoga bermanfaat

Sebagian besar masyarakat kita pernah mendengar kata “saham” namun tak
jarang yang masih menyisakan banyak pertanyaan di benaknya. Misalnya,
apakah investasi saham bisa dilakukan oleh individu? Atau, andaikata
penghasilan saya kurang dari Rp 5 juta per bulan, bisakah saya
berinvestasi saham? Atau, seandainya saya ingin berinvestasi, apa
tahapannya dan siapa yang harus saya hubungi? Nah, karena ada beberapa
email yang mengajukan pertanyaan serupa, maka sekalian saja saya tulis
di sini.

Seperti kita tahu, saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian
kepemilikan atas suatu perusahaan. Anda membeli saham berarti Anda
membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut. Selama
perusahaan beroperasi dan membukukan keuntungan, Anda juga berhak
mendapat bagian dalam bentuk dividen. Anda juga bisa mengambil
keuntungan dari naiknya harga saham tersebut dari waktu ke waktu.
Untuk lebih lengkapnya, silakan download dan pelajari publikasi Bursa
Efek Indonesia berikut.

Bagaimana Memulainya?

Sebelum memulai berinvestasi, Anda harus membuka rekening efek
terlebih dahulu melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar sebagai
anggota bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu Anda
diharuskan menyetor sejumlah deposit yang bisa bervariasi antara Rp 10
juta – Rp 50 juta. Masing-masing sekuritas berbeda satu sama lain—-ada
yang menawarkan full-service, ada yang hanya melayani jual-beli saja.
Ada pula perusahaan sekuritas yang memberikan jasa online brokerage,
sehingga Anda bisa melakukan jual-beli lewat internet. Beberapa di
antaranya adalah:

* Etrading Securities – http://www.etrading .co.id
* Indo Premier Securities – http://www.ipotindo nesia.com/
* Phillip Securities Indonesia – http://www.poems. co.id/
* Samuel Sekuritas Indonesia – http://www.e- samuel.com/
* Sarijaya Permana Sekuritas – http://www.sarijaya securities. com
* Supra Securinvest – http://www.indofina nz.com

Daftar lengkapnya bisa dilihat di sini.
http://www.idx. co.id/MainMenu/ Brokers/Brokerag eProfile/ tabid/72/ lang/en-US/ language/ en-US/Default. aspx

Setelah Anda mengisi form, melengkapi persyaratan dan administrasi,
biasanya 2-3 hari kemudian Anda bisa mulai berinvestasi. Besarnya fee
untuk bertransaksi sekitar 0,2% untuk beli dan 0,3% untuk jual.
Perusahaan sekuritas biasanya membolehkan Anda untuk bertransaksi yang
nilainya 2-3 kali dari deposit yang Anda setorkan. Dana biasanya
ditransfer dari/ke rekening Anda pada T+2 (beli) sampai T+3 (jual).

Namun, Anda juga perlu berhati-hati dengan broker. Mereka dibayar
berdasarkan komisi beli-jual—-tak peduli Anda untung atau rugi.
Broker-broker nakal bahkan sering menggunakan dana Anda tanpa ijin
untuk melakukan trasaksi sendiri. Selain itu, sebagian broker
(perusahaan sekuritas) juga bertindak sebagai penjamin emisi
(underwriter) ketika sebuah perusahaan mendaftarkan diri di bursa.
Demi alasan marketing, mereka punya kepentingan untuk menjaga agar
harga saham emiten tersebut tetap “bagus.” Oleh karenanya, jangan
jadikan rekomendasi dari analis sebagai sumber utama dalam melakukan
investasi—-melainkan sebagai masukan saja. Yang terbaik tentu saja do
your own homework!
Analisis Fundamental & Teknikal

Dalam dunia investasi, ada 2 metode yang lazim digunakan sebagai alat,
yaitu fundamental analysis (FA) dan technical analysis (FA). FA
menilai saham berdasarkan kondisi fundamental perusahaan itu sendiri,
karenanya, FA lebih sesuai untuk investasi jangka panjang. Seorang FA
sejati biasanya tak cuma sekadar menganalisis data keuangan saja,
tetapi juga datang ke perusahaan yang diincar, berbicara dengan
manajemen dan pemiliknya, melihat visi-misi dan strategic plan ke
depan, dan sebagainya. Tak jarang seorang FA sejati sampai terbang ke
seantero dunia demi mengorek informasi langsung dari perusahaan.

Sementara itu, TA menilai harga saham berdasarkan refleksi harga di
masa lalu dengan membaca sentimen, tren, dan proyeksi yang mungkin
terjadi di masa depan. TA akan membantu Anda memerkirakan arah
pergerakan harga, membuat batas-batas pergerakan dalam kondisi
tertentu, serta menunjukkan target arah beserta risikonya. TA lazimnya
dilakukan dengan bantuan software aplikasi dan banyak mengeksploitasi
grafik (chart). Karena sifat dan karakternya, TA lebih cocok untuk
trading (spekulasi) dalam jangka pendek atau perlindungan (hedging).

Khusus di Indonesia, ada sebagian orang yang memasukkan bandarmologi
analysis (BA) sebagai salah satu alat alternatif. Singkatnya, BA
dilakukan dengan mencari rumor dan bisikan tertentu, lalu membonceng
bandar saat mereka akan menggoreng sebuah saham. BA hanya sesuai untuk
dilakukan dalam waktu yang benar-benar pendek—-dan Anda punya akses
untuk menemukan saham mana yang siap untuk digoreng.

Gorengan (cornering) adalah aksi yang dilakukan untuk memanipulasi
harga dengan membuat permintaan yang sangat tinggi atas saham
tersebut. Setelah harga sahamnya melewati target point tertentu,
mereka kemudian melakukan aksi jual untuk meraih capital gain.
Saham-saham gorengan biasanya merupakan saham lapis dua-tiga yang
peredarannya tidak banyak dan harganya relatif murah. Mereka bisa
naik-turun dengan sangat drastis tanpa sebab yang jelas dan harga
saham tidak mencerminkan kinerja yang sesungguhnya.

Mana yang paling tepat? Masing-masing hanya sebuah alat yang akan
bermanfaat bila digunakan oleh orang yang tepat pada waktu yang tepat
pula. Saya sendiri lebih menyukai FA karena filosofi saya adalah
membeli saham dalam rangka memiliki perusahaan tersebut. Selama ini,
semua dihitung hanya dengan kalkulator (atau ponsel) dan dicatat di
kertas/map tanpa software khusus. Sejauh ini, saya juga belum pernah
menjual saham yang pernah saya beli.

Kalau Anda tertarik mempelajari lebih lanjut fundamental analysis,
silakan baca buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham,
terbitan HarperBusiness Essential. Aslinya, buku ini terbitan tahun
1973, namun ditulis ulang tahun 2003. Buku Henry Markowitz, Portfolio
Selection: Efficient Diversification of Investments, terbitan Yale
University Press juga layak dijadikan referensi.

Sementara itu, kalau Anda lebih prefer ke technical analysis, saya
sarankan baca buku Technical Analysis of the Financial Markets karya
John Murphy, terbitan New York Institute of Finance (1986). Ada juga
yang menyarankan buku Technical Analysis A to Z karya Stephen Achelis
(2003)—-tapi saya belum pernah baca. Mengenai bandarmologi analysis,
sejauh ini nampaknya belum ada buku yang menulis khusus tentang itu. 🙂
Memilih Saham Unggulan

Setelah rekening efek Anda siap dan Anda sudah bisa melakukan
jual/beli saham, maka bagian tersulit dari investasi saham adalah
memilih jagoan yang nantinya akan memberikan hasil terbaik bagi kita.
Karena saham merupakan tanda kepemilikan kita atas perusahaan, maka
ada baiknya untuk berfikir layaknya pemilik bisnis (business owner).
Sebelum menentukan perusahaa
n mana yang ingin dibeli, lakukan
investigasi terlebih dahulu terhadap fundamental perusahaan yang Anda
incar.

Ada ratusan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Anda bisa memulai dengan menyortir perusahaan-perusaha an dengan bidang
bisnis yang Anda pahami atau perusahaan-perusaha an yang memiliki
produk dan jasa unggulan. Pilih perusahaan yang Anda perkirakan akan
terus bertumbuh selama 10, 20, 30 tahun ke depan. Selanjutnya, sortir
berdasar manajemen dan pemiliknya. Pilih perusahaan yang dikelola oleh
tim manajemen yang mumpuni. Hindari perusahaan yang punya tren “aneh”,
misalnya sebuah perusahaan batubara ketika harga komoditi batubara
naik namun harga sahamnya justru turun.

Ada baiknya juga memilih perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah atau
grup bisnis yang terkenal profesional. Perusahaan yang dimiliki
pemerintah (BUMN) biasanya “dituntut” untuk profitable dan memberikan
sumbangan kepada negara melalui penerimaan dividen. Hindari perusahaan
yang dimiliki (dikelola) oleh grup-grup bisnis yang memiliki reputasi
kurang baik. Berhati-hatilah karena mereka tak jarang melakukan
manipulasi laporan keuangan atau melakukan trik financial engineering
yang kasar.

Warren Buffett menyarankan untuk memilih perusahaan yang memiliki
economic moats, atau keunggulan kompetitif yang sulit untuk ditiru
oleh kompetitornya. Economic moats bisa berupa keunggulan dalam bentuk
brand (kekuatan merk), cost (efisiensi biaya), switching (“kesulitan”
untuk berpindah ke produk/jasa lain), atau protection (perlindungan
berupa paten, hak pengelolaan, aturan pemerintah, dsb). Economic moats
tersebut akan membuat customer rela membayar lebih tinggi. Oleh
karenanya, perusahaan yang memiliki economic moats bagus akan lebih
profitable dan tetap bisa bertumbuh—-sekalipun suku bunga atau
harga-harga sedang naik.

Sebagian orang juga menyarankan untuk membeli perusahaan-perusaha an
berkapitalisasi besar (bluechip) dan yang likuid serta sering
dijualbelikan (LQ45). Perhatikan juga bila perusahaan tersebut
berencana untuk membeli kembali (buyback) saham mereka. Biasanya itu
merupakan pertanda saham mereka dihargai lebih murah dan punya prospek
yang bagus di masa depan.

Masih bingung juga? Mungkin Anda bisa sedikit “mencontek” portofolio
dari reksadana saham yang selama ini punya kinerja moncer. Isi perut
reksadana tersebut bisa dilihat dari laporan tahunan dan/atau
prospektus mereka. Anda bisa gunakan portofolio mereka sebagai
guidance untuk menyeleksi perusahaan yang akan menjadi tempat Anda
berinvestasi.

Nah, kalau Anda menyortir sekian ratus perusahaan yang listing di BEI,
maka sampai tahap ini pilihan yang tersisa mungkin tinggal 20-30
perusahaan saja. Cari informasi lebih lengkap tentang kondisi
sebenarnya perusahaan tersebut, misalnya dari karyawan, klien,
supplier, atau akuntan yang mengaudit perusahaan tersebut. Bila ada
waktu, kunjungi perusahaannya supaya mendapat gambaran yang lebih
lengkap. Kalau tidak, berarti Anda harus “make sure” bahwa laporan
keuangan sudah mencerminkan kondisi sesungguhnya dari perusahaan tersebut.

Baca laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan-perusaha an yang
Anda incar. Anda bisa menemukannya di sini, sini, dan sini.
Alternatifnya, Anda juga bisa men-download di situs web perusahaan
yang bersangkutan.

Pilih perusahaan dengan return on equity (ROE) lebih dari 15%. Hal ini
menggambarkan bagaimana kemampuan manajemen dalam mengelola modal yang
dimilikinya. Kalau ROE hanya berkisar 8-9%, maka berinvestasi di
perusahaan tersebut sama saja dengan menabung dalam bentuk deposito.

Selanjutnya, pilih perusahaan yang pertumbuhan laba (earning growth)
stabil berkisar antara 20% atau lebih. Pilih juga perusahaan yang
memiliki rasio utang terhadap modal yang relatif rendah dan rasio
harga per free cashflow rendah. Artinya, perusahaan bisa menghasilkan
kas dalam jumlah besar untuk membiayai operasional perusahaan dan
melakukan ekspansi tanpa perlu mengandalkan pinjaman dari luar yang
berbiaya tinggi. Rasio debt/capital yang rendah juga memungkinkan
perusahaan menghasilkan cashflow yang lebih sehat dan tak terlalu
sensitif dengan pergerakan suku bunga.

Sampai tahap ini, mungkin tinggal 10-15 perusahaan saja yang tersisa
di tangan Anda.
Memprediksi Harga Wajar Saham

Asumsikan Anda sudah menemukan 10-15 perusahaan terbaik menurut Anda.
Lalu, bagaimana cara untuk menentukan harga wajar saham tersebut?
Pertama, tentukan earning per share (EPS) dan tren pertumbuhannya
untuk 5 tahun ke depan. Kalau pertumbuhannya di atas 15%, gunakan rate
15%; sementara bila pertumbuhannya di bawah 10%, gunakan rate 10%.
Kalikan untuk melihat future value pada akhir tahun kelima.

Setelah menemukan EPS pada akhir tahun kelima, kalikan dengan price
earning ratio (PER) pada tahun tersebut. PER pada tahun tersebut
dihitung dengan aturan sederhana; bila PER kurang dari 20%, gunakan
rate 12%; bila PER lebih dari 20%, gunakan rate 17%. Selama ini,
penelitian menunjukkan sangat jarang perusahaan membukukan PER tinggi
lebih dari 17% selama bertahun-tahun. Setelah dikalikan, Anda akan
menemukan perkiraan harga saham pada akhir tahun kelima.

Selanjutnya, tentukan berapa value sebenarnya saham tersebut. Caranya,
tambahkan perkiraan harga saham pada akhir tahun kelima dengan dividen
yang diperoleh. Dividen dihitung dengan menjumlahkan EPS selama lima
tahun dikalikan dengan dividen payout ratio (DPR). Setelah ketemu fair
value saham tersebut pada akhir tahun kelima, tinggal mendiskontokan
ke nilai sekarang dengan target (hurdle rate) yang kita inginkan.

Simulasi Fair Value Saham
http://i47.photobuc ket.com/albums/ f198/adeanshori/ simulasi- harga-saham. jpg

Perhatikan contoh berikut. Dengan menggunakan hurdle rate 15%, yaitu
mengasumsikan saham perusahaan akan memberikan return 15% secara
kontinu, saham TLKM bisa dibeli di bawah harga Rp 10.500. Sementara
dengan hurdle rate 20%, saham TLKM harus dibeli di bawah harga Rp
8.500. Nah, bila harga saat ini Rp 9.700, kalau mengharap return
setidaknya 15% per tahun, Anda boleh membeli sekarang. Namun, bila
Anda mengharapkan return setidaknya 20%, Anda harus menunggu sampai
harganya turun ke Rp 8.500.

Tentu saja perhitungan tersebut masih sangat kasar. Saya juga
menghitung hanya dengan corat-coret. Selain itu, rate yang saya
gunakan sangat konservatif karena banyak dari saham tersebut memiliki
pertumbuhan EPS dan PER sangat tinggi. Bisa jadi, harga yang nantinya
terbentuk jauh melampaui perhitungan tersebut. Tapi setidaknya
simulasi di atas bisa jadi acuan untuk menaksir harga wajar suatu saham.

Setelah menemukan 5-7 saham terbaik yang memenuhi hurdle rate Anda dan
diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, buy as much as you can.
Hold untuk waktu yang lama. Insya Allah 4-5 tahun investasi Anda mulai
menunjukkan hasil.
Last but Not Least

Invest your time before invest your money. Sebelum terjun beneran, ada
baiknya untuk meluangkan waktu belajar, membaca buku, mengikuti
workshop, dan menggali lebih banyak informasi lain. [Promosi: Saya
sedang menulis buku lebih detil soal saham. Mohon doa restu,
mudah-mudahan bisa segera terselesaikan. 🙂 ]

Jangan lupakan juga aturan dasar dalam berinvestasi: beli perusahaan
bagus dengan harga diskon. Don’t be afraid to wait. Cari timing bagus
yang memungkinkan Anda membeli di harga murah, misalnya bulan-bulan
Januari-Februari. Kalau Anda bisa membeli murah, walaupun harga t
idak
naik, Anda tetap melakukan “best buying” dan tetap mendapatkan potensi
keuntungan melalui dividen.

Bagaimana dengan pergerakan naik turunnya harga? Saya sendiri tak
terlalu memedulikan. John Bogle, dalam tesisnya sewaktu masih di
Princeton, mengatakan bahwa dalam jangka pendek harga akan selalu
bergerak mengikuti psikologi dan sentimen pasar. Namun dalam jangka
panjang, harga akan mencerminkan fundamental perusahaan itu sendiri.
Selama tembakan kita jitu, dalam jangka panjang, ia akan memberi
keuntungan yang cukup lumayan buat kita. Jangan tergoda untuk
keluar-masuk hanya karena fluktuasi harga. Lebih baik Anda fokus pada
pekerjaan lain atau mencari penghasilan alternatif untuk
diinvestasikan lagi ke portofolio Anda.

Walau terdengar klise, jangan lupa untuk selalu berdoa agar dibimbing
dalam membuat analisis dan keputusan investasi terbaik. Kalau
investasi Anda sudah sukses, jangan lupakan untuk sisihkan setidaknya
10% dari keuntungan Anda buat mereka yang kurang beruntung. Kalau ada
orang lain yang tertarik mencoba mengikuti jejak Anda, jangan
segan-segan untuk membagi ilmu dan pengalaman.
sumber : http://nofieiman. com/2008/ 03/investasi- saham-untuk- pemula/

Pengantar Investasi

Secara sederhana, investasi dilihat dari wilayah atau obyek investasinya dibagi menjadi dua yaitu sektor riil dan sektor finansial. Pada era tahun 70 hingga akhir 90 an, mereka yang awam
lebih terbiasa dengan investasi sektor riil seperti sektor properti dan perkebunan. Namun setelah masa krisis moneter menimpa negara kita, para investor mulai mencari jenis investasi dengan return yang besar dalam tempo yang singkat dan disinilah trend investasi sektor
finansial mulai booming.

Investasi sektor riil (properti misalnya) umumnya membutuhkan modal yang besar dan memakan waktu yang relatif lama untuk berkembang karena besarnya modal maka likuiditasnya tidak secepat sektor finansial.

Ambillah contoh bila kita membeli sebuah rumah untuk investasi. Kelebihannya nilainya biasanya tidak pernah menurun dan selalu meningkat. Namun dilain sisi, setelah beberapa tahun, Anda hendak mencairkan investasi Anda, maka Anda harus mencari seseorang yang
memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah Anda yang nilainya mungkin sudah naik puluhan hingga ratusan persen. Mencari pembeli yang seperti ini tidaklah mudah, disinilah masalah likuiditas terjadi.

Lain halnya dengan sektor finansial. Investasi pada sektor ini memiliki kecenderungan lebih likuid dan return yang relatif lebih besar, sebanding dengan resikonya. Kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sektor ini.

Lalu dimana posisi Forex Trading? Di dalam Pasar Uang & Bursa Komoditi Berjangka. Forex trading merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling high risk-high return investment. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.

Perlu Anda pahami konsep high risk-high return disini. Pada dasarnya, semua jenis investasi memiliki kemungkinan merugi. Besarnya potensi kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang dapat kita peroleh disini. Semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh disini, maka semakin besar juga potensi kerugian yang dapat timbul dan sebaliknya.

Jika Anda tergolong sebagai safe investor yang tidak menyukai resiko atau `guncangan-guncanga n’ dalam portfolio investasi Anda, maka nampaknya forex trading bukan jenis investasi yang cocok bagi Anda. Hal ini disebabkan karena forex trading merupakan investasi yang memiliki pergerakan sangat cepat dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga. Secara logika, forex trading dapat saja membawa Anda memperoleh keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam satu harinya namun juga dapat membawa Anda kehilangan jumlah yang sama.

Jika Anda seorang risk taker, maka forex trading adalah jenis investasi yang cocok dengan Anda, dalam arti untuk memperoleh keuntungan besar, maka ia pun siap menanggung potensi kerugian yang sama besarnya.

Lalu adakah cara meminimalisasi potensi kerugian yang ada? Tentu saja ada! Risk management dan kemampuan analisa Anda adalah kuncinya disini. Semakin baik Anda dalam menjalankan risk management dan menganalisa pergerakan harga pasar, maka semakin kecil potensi loss
yang dapat terjadi. Semuanya berbanding lurus.

Semoga bermanfaat.. .

Singkat – Forex Trading

Forex Trading atau FX Trading (kependekan dari FOReign EXchange atau pertukaran Valuta Asing-Valas) merupakan perdagangan mata uang kedua negara yang nilainya berbeda dari waktu kewaktu.

Forex merupakan produk investasi yang sifatnya liquid dan bersifat internasional. Perbedaan nilai mata uang kedua negara yang berubah dari waku ke waktulah yang menjadi dasar diperolehnya keuntungan. Sebenarnya keberadaan forex trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara
lainnya. Namun, secara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Market-didirikan tahun 1972) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago Mercantile Exchange-khusus menangani produk perishable commodities) . Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dsb.
Perputaran uang yang terjadi pada pasar forex mencapai US$ 1.8 triliun per harinya (survey BIS –Bank for International Settlement– pada bulan April 2004). Jumlah ini 40 x lebih besar apabila dibandingkan perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun! Artinya dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair (liquid), dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang
oleh hanya beberapa pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing.

Mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang negara-negara
maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut pair), contohnya EUR/GBP, CHF/JPY dsb.

Lalu dari mana saya memperoleh keuntungan dari investasi ini? Secara sederhananya, keuntungan dari investasi ini diperoleh dari nilai selisih ketika kita membeli dan menjual kembali mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, pada bulan April Amir membeli mata uang Dollar dengan nilai tukar Rp. 8500,- per Dollar sebanyak US $1000 . Maka pada saat pembelian mata uang ini Amir mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8500,- x 1000 = Rp 8.500.000,- Lalu pada bulan Mei, nilai tukar Dollar menguat terhadap Rupiah menjadi Rp. 9500,- per Dollarnya maka keuntungan bersih yang Amir peroleh ketika dia menjual kembali Dollarnya adalah sebesar: (9500-8500) x 1000 = Rp. 1.000.000,- Mudah dan sederhana bukan? Dan karena memang rata-rata waktu yang diperlukan untuk membeli dan menjual kembali mata uang
yang bersangkutan biasanya tidak lebih dari satu bulan, maka forex trading digolongkan sebagai investasi dengan jangka waktu singkat.

Mungkin akan timbul pertanyaan demikian dari Anda: “Kalau begitu apa bedanya forex trading dengan jual beli di money changer?” Ada beberapa perbedaan mencolok antara perdagangan forex dengan money changer. Selain pasangan yang diperdagangkan adalah mata uang asing
satu dengan mata uang asing lainnya (pada money changer biasanya dipadankan dengan Rupiah), forex trading tidak melibatkan perdagangan secara fisik. Dan yang lebih penting lagi karena tidak melibatkan perdagangan secara fisik, forex trading dapat dijalankan dengan
sistem margin atau jaminan (margin trading).

Contohnya bila saya menginginkan membeli US$10.000, maka dengan sistem margin trading saya cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$100 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang saya peroleh dari apresiasi (kenaikan) Dollar AS adalah sama nilainya dengan
US$10.000 yang saya beli. Sangat sederhana dan karena memang tidak melibatkan perdagangan dalam bentuk fisik (investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja), maka jaminan yang diberikan dapat sangat kecil yaitu hanya 1% dari jumlah yang hendak dibeli.

"Kekuatan Impian"

The future belongs to those who believe in the beauty
of their dreams.
Eleanor Roosevelt

Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya
akan keindahan mimpi-mimpi mereka.

Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang
menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat
yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya.
Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi
dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat impian
orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para
pemimpi.

Menurut Francis Ford Coppola, “It was the man’s dream,
and his inspiring attempt to make them come true that
remain important. ?Itu mimpi manusia yang terpenting,
dan upayanya yang inspiratif mengupayakan mimpi itu
menjadi kenyataan.”! Kemajuan kehidupan saat ini
merupakan hasil impian generasi pendahulu kita.

Mereka yang tidak mempunyai impian meninggalkan banyak
hal yang ditawarkan oleh kehidupan. Hasrat atau
kegigihan mereka mudah sekali pudar, sehingga mereka
dengan mudah mengubah impian mereka menjadi sangat
sederhana. Padahal, impian yang besar mempunyai
kekuatan yang besar pula. Orang-orang yang berhasil
mencatat nama dalam sejarah rata-rata mempunyai ciri
khas yaitu selalu mampu memperbarui impian mereka.

Impian Merupakan Sumber Motivasi

Impian akan mempengaruhi pikiran bawah sadar. Misalnya
kita memimpikan sebuah kamera merek A, maka kita
menjadi lebih jeli memperhatikan benda tersebut.
Tantangan berat yang harus dihadapi bukan sesuatu yang
berarti jika impian sudah menjadi nafas kita. “It may
be that those who do most, dream most, – Mereka
mengerjakan sesuatu dengan giat, sebab mereka sangat
memimpikannya, ” kata Stephen Butler Leacock.

Bahkan impian dapat menjamin keberhasilan, karena
senantiasa menjadi sumber motivasi hingga mencapai
tujuan atau menggapai tujuan selanjutnya. Dorongan
motivasi itulah yang akan menggerakkan tubuh dan
mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya
bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi
maupun bekerjasama dengan orang lain.

Nelson Mandela, sebelum menjadi Presiden Afrika
Selatan, ia harus berjuang untuk sebuah impian negara
Afrika Selatan yang berdaulat. Untuk itu ia menghadapi
tantangan teramat berat. Impian selalu memotivasi
Nelson Mandela untuk tetap berjuang, meskipun ia harus
merelakan sebagian besar waktunya dibalik terali besi.
Impian merupakan sumber semangat bagi Nelson, hingga
Afrika Selatan benar-benar merdeka.

Sebenarnya, kitapun dapat memperbarui nilai dan
menyempurnakan jati diri dengan kekuatan impian. Jadi
jangan takut untuk bermimpi akan hal-hal yang besar,
sebab impian menimbulkan hasrat yang kuat untuk
meraihnya. Impian mampu berperan sebagai sumber
motivasi, yang membangkitkan ambisi dan optimisme,
sehingga kita mampu melampaui semua rintangan dan
kesulitan.

Impian Menciptakan Energi Besar untuk Berprestasi

Impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam
bekerja. Impian itu sendiri sebenarnya merupakan
sumber energi menghadapi tantangan yang tidak gampang.
Menurut Anais Nin, “Hidup ini mengerut atau berkembang
sesuai dengan keteguhan hati seseorang.” Ada 4 tips
sederhana guna menjadikan impian sebagai sumber energi
kita yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; percaya,
loyalitas, ulet dan sikap mental positif.

Rasa percaya menjadikan seseorang pantang menyerah,
meskipun mungkin orang lain mengkritik atau
menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran
bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai
pemenang. T! ips yang kedua adalah loyalitas atau
fokus untuk merealisasikan impian. Untuk mendapatkan
daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target
waktu.

Tips yang ketiga adalah ulet. Sebuah impian menjadikan
seseorang bekerja lebih lama dan keras. Sedangkan tips
yang ke empat adalah sikap mental positif. Seseorang
yang mempunyai impian memahami bahwa keberhasilan
memerlukan pengorbanan, kerja keras dan komitmen,
waktu serta dukungan dari orang lain. Oleh sebab itu,
mereka selalu bersemangat mengembangkan kemampuan
tanpa henti dan mencapai kemajuan terus menerus hingga
tanpa batas. Impian yang sudah menjadi nafas kehidupan
merupakan daya dorong yang luar biasa.

Impian Menjadikan Kehidupan Manusia Lebih Mudah
Dijalani

Impian menjadikan manusia lebih kuat menghadapi segala
rintangan dan tantangan. Sebab impian dapat
menimbulkan kemauan keras untuk merealisasikanny! a.
Para pencipta puisi Belanda atau Dutch Poet’s Society
mengatakan “Nothing is difficult to those who have the
will, -Tidak ada sesuatupun yang sulit selama masih
ada kemauan.”

Bob William mampu berlari dengan menggunakan kedua
tangan. Ia tidak merasakan sakit di tangannya. Sebab
sebuah tujuan yang berarti menjadikan segala sesuatu
dapat dilakukan dengan mudah dan menyenangkan.

Kunci kebahagiaan adalah mempunyai impian. Sedangkan
kunci kesuksesan itu sendiri adalah mewujudkan impian.
George Lucas mengatakan, “Dreams are extremely
important. You can’t do it unless you imagine it, –
Impian sangatlah penting. Kau tidak akan dapat
melakukan apa-apa sebelum kau membayangkannya. “

Jadi jangan takut memimpikan sesuatu. Jadikan impian
tersebut sebagai nafas kehidupan. Sebab impian yang
kuat justru menjadikan perjuangan yang berat saat
menggapainya sebagai sarana latihan mengoptimalkan
kekuatan-kekuatan yang lain, misalnya kekuatan emosi,
fisik, mau! pun rohani.*